Sumut

Pemprov Sumut Gandeng ADB Kembangkan KEK Sei Mangkei, Target Investasi Rp 129 Triliun

×

Pemprov Sumut Gandeng ADB Kembangkan KEK Sei Mangkei, Target Investasi Rp 129 Triliun

Sebarkan artikel ini

KEK Sei Mangkei Diproyeksikan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara

KEK Sei Mangkei
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap (kedua kiri) menyerahkan cendera mata kepada Regional Cooperation Specialist Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB Pamela Asis-Layugan (tengah) di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (26/6/2026).

Topikseru.com, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat langkah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun melalui kolaborasi dengan Asian Development Bank (ADB) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Komitmen itu ditegaskan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, usai menerima perwakilan Kemenko Perekonomian dan ADB di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat.

Menurut Sulaiman, pengembangan KEK Sei Mangkei diharapkan menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas lapangan kerja di Sumatera Utara.

“Pengembangan KEK Sei Mangkei ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sulaiman.

Pemprov Sumut Dorong Tata Kelola dan Investasi Kawasan Industri

Dukungan Pemprov Sumut diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop Special Economic Zones (SEZ) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola kawasan ekonomi khusus sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan KEK Sei Mangkei agar lebih kompetitif di tingkat regional maupun internasional.

Workshop itu juga menjadi bagian dari kerja sama subregional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan Greater Mekong Subregion (GMS).

Sulaiman menilai sinergi lintas kawasan tersebut penting untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan investasi di Sumatera Utara.

KEK Sei Mangkei Punya Potensi Besar Industri Sawit dan Logistik

KEK Sei Mangkei merupakan kawasan ekonomi khusus yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 dan mulai beroperasi pada 27 Januari 2015.

Kawasan ini memiliki fokus pengembangan pada industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, sektor logistik, hingga pariwisata.

Dengan luas kawasan mencapai 2.002,7 hektare, KEK Sei Mangkei diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp 129 triliun dan menyerap sekitar 83.304 tenaga kerja pada tahun 2031.

“Sumatera Utara memiliki potensi perkebunan sawit yang sangat besar. Kami berharap pengembangan kawasan ekonomi khusus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Sulaiman.

Sumut Jadi Tuan Rumah IMT-GT 2026

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sumut juga menyoroti penunjukan Kota Medan sebagai tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT ke-32 pada September 2026.

Menurut Sulaiman, kepercayaan tersebut menjadi bukti pengakuan terhadap posisi strategis Sumatera Utara dalam kerja sama ekonomi kawasan regional.

Pemprov Sumut berharap dukungan ADB terus diperkuat untuk mempercepat pembangunan ekonomi kawasan serta membuka peluang investasi baru.

ADB Siap Perkuat Capacity Building dan Pengembangan Kawasan

Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Kemenko Perekonomian, Sonny Ameriansah Soekoer, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan IMT-GT 2026.

Dia menyebut IMT-GT menjadi salah satu forum kerja sama regional yang melibatkan langsung pemerintah daerah dalam sinkronisasi kebijakan pembangunan kawasan Sumatera.

Sementara itu, Regional Cooperation Specialist Southeast Asia Department ADB, Pamela Asis-Layugan, menegaskan ADB memiliki peran sebagai mitra pembangunan regional.

Menurut Pamela, workshop terkait Special Economic Zones dapat membantu menentukan koridor ekonomi yang potensial untuk dikembangkan guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah dan nasional.

ADB juga disebut terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara melalui berbagai program pelatihan dan capacity building di bidang ekonomi, pariwisata, hingga pembangunan kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *