Hukum & Kriminal

Emak-Emak Gerebek Barak Narkoba di Labura, Praktisi Hukum Soroti Kinerja Polres Labuhanbatu

×

Emak-Emak Gerebek Barak Narkoba di Labura, Praktisi Hukum Soroti Kinerja Polres Labuhanbatu

Sebarkan artikel ini
barak narkoba Labuhanbatu Utara
Personel Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menghancurkan barak yang disinyalir menjadi tempat peredaran narkoba di Kabupaten Langkat, Sumut.

Topikseru.com, Labuhanbatu Utara – Aksi nekat seorang emak-emak yang mendatangi langsung lokasi diduga sebagai barak narkoba di Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), memantik perhatian publik dan memunculkan kritik terhadap kinerja aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang perempuan merekam suasana di sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan pesta narkoba. Dalam rekaman itu, tampak sejumlah pria berada di dalam barak, sebagian bermain kartu, sementara terlihat pula alat hisap sabu dan aktivitas yang diduga penyalahgunaan narkotika.

Praktisi hukum Saddan Sitorus Pane menilai keberanian warga sipil, khususnya kaum ibu, untuk turun langsung ke lokasi merupakan bentuk keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di Kecamatan Kualuh Hulu.

“Aksi emak-emak ini menjadi alarm serius bagi aparat penegak hukum. Ketika masyarakat merasa harus mengambil peran sendiri untuk menghadapi peredaran narkoba, itu menunjukkan ada persoalan besar dalam penegakan hukum,” kata Saddan saat dihubungi, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut dia, keberadaan barak narkoba yang disebut-sebut berada di wilayah Aek Kanopan menimbulkan pertanyaan besar karena aktivitas tersebut diduga berlangsung cukup lama dan diketahui masyarakat sekitar.

Saddan juga mengkritik langkah aparat yang hanya melakukan pembakaran atau pemusnahan bangunan tanpa diikuti penangkapan terhadap pihak yang diduga menjadi bandar maupun pengedar.

“Kalau memang serius memberantas narkoba, fokusnya bukan sekadar membakar lokasi. Yang lebih penting adalah menangkap pelaku utama, membongkar jaringan, dan mengungkap pemasok barang haram itu,” ujarnya.

Dia menilai tindakan pemusnahan lokasi tanpa penindakan hukum lanjutan justru berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Dalam video viral tersebut, seorang ibu terdengar meminta agar tidak ada lagi aktivitas narkoba di lingkungan mereka karena dikhawatirkan merusak masa depan anak-anak.

“Kasihan anak-anak kami. Jangan ada lagi narkoba di kampung ini,” ujar perempuan dalam rekaman tersebut.

Menanggapi viralnya video itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk mendalami sosok berinisial “UKI” yang disebut-sebut dalam video sebagai pihak yang diduga terkait aktivitas narkoba tersebut.

“Masih kami dalami dan selidiki,” kata AKBP Wahyu singkat.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga disebut telah melakukan pemusnahan terhadap bangunan yang diduga menjadi barak narkoba sebagai respons cepat atas keresahan masyarakat.

Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap maraknya peredaran narkotika di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Publik mendesak aparat penegak hukum bertindak lebih transparan dan menyeluruh, tidak hanya menertibkan lokasi, tetapi juga membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *