Topikseru.com, Medan – Komoditas cabai merah asal Kabupaten Karo berhasil menembus pasar luar pulau melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Pengiriman perdana dilakukan menuju Palangka Raya sebagai bagian dari strategi memperluas distribusi dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Langkah ini secara resmi ditandai dengan pelepasan distribusi oleh Bupati Karo, Antonius Ginting, dari halaman Kantor Bupati Karo, Selasa (15/4).
Jaga Harga di Tengah Fluktuasi Pasar
Antonius menegaskan kerja sama lintas daerah ini menjadi solusi konkret menghadapi ketidakstabilan harga komoditas hortikultura.
“Melalui kerja sama ini, petani tetap mendapatkan harga yang lebih baik meskipun kondisi pasar sedang tidak stabil,” ujarnya.
Sebanyak 1.050 kilogram cabai merah disiapkan untuk dikirim dalam tiga tahap. Setiap tahap berisi 350 kilogram dengan interval pengiriman setiap tiga hari.
Peran Gapoktan dan Dukungan BI
Pasokan cabai berasal dari petani yang tergabung dalam Gapoktan Terpuk Sisiwah di Desa Suka, Kecamatan Tigapanah. Program ini dinilai mampu menjaga harga jual di kisaran Rp21.000 per kilogram, meski tekanan pasar tengah terjadi.
Dukungan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara juga menjadi faktor penting. BI turut memfasilitasi biaya logistik, sehingga beban distribusi tidak sepenuhnya ditanggung petani maupun pemerintah daerah.
Potensi Ekspansi Pasar Kalimantan
Pemerintah Kabupaten Karo melihat peluang pasar di wilayah Kalimantan masih sangat luas. Setelah Palangka Raya, ekspansi ke sejumlah daerah lain mulai dipersiapkan.
“Kami optimistis pasar di Kalimantan masih terbuka lebar. Ini baru langkah awal,” kata Antonius.
Diversifikasi Produk dan Penguatan Rantai Pasok
Selain distribusi segar, Pemkab Karo juga mulai mengembangkan produk turunan seperti cabai kering dan cabai giling. Strategi ini bertujuan memperpanjang masa simpan sekaligus memperluas penetrasi pasar.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, pemerintah daerah berencana melibatkan lebih banyak kelompok tani, termasuk lima gapoktan besar lainnya.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan komoditas seiring meningkatnya permintaan dari luar daerah.
Dorong Ekonomi Petani dan Stabilitas Harga
Inisiatif ini tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi nasional.
Skema KAD menjadi model distribusi yang dinilai efektif dalam mengurangi ketergantungan pada pasar lokal.
Dengan strategi ini, Kabupaten Karo berupaya mengoptimalkan potensi sektor hortikultura sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.













