Topikseru.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, naik 32,12 poin atau 0,46 persen ke level 6.988,92. Meski bergerak positif, pelaku pasar masih menahan langkah agresif di tengah beragam sentimen global dan domestik yang berpotensi menggerakkan arah indeks.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebut investor saat ini cenderung wait and see, khususnya terhadap perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi utama dari Amerika Serikat.
Sentimen Global: AS–Iran dan Data Ekonomi Jadi Sorotan
Dari eksternal, perhatian pasar tertuju pada dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memasuki babak baru negosiasi.
- IHSG Menguat 11,719 Poin ke Level 6.968,523 di Perdagangan Sesi I
- Donald Trump Terabas Kongres dengan MenJual Senjata US$ 8,6 Miliar ke Sekutu Timur Tengah
- IHSG Rontok Terpangkas 144,42 Poin Bersandar di Level 6.956,80 Sore Ini
Presiden Donald Trump dilaporkan belum puas terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran melalui Pakistan. Situasi ini menambah ketidakpastian, terutama dengan adanya tenggat waktu kebijakan militer berdasarkan War Powers Resolution.
Di sisi lain, investor global juga menanti data penting dari AS, termasuk:
- Data tenaga kerja
- Indeks sektor jasa dari Institute for Supply Management (ISM)
Perkembangan ini sebelumnya sempat menekan harga minyak mentah, yang menjadi salah satu indikator penting bagi pasar energi dan inflasi global.
Sentimen Domestik: Data Ekonomi dan Defisit APBN Jadi Fokus
Dari dalam negeri, pasar dibayangi serangkaian rilis data ekonomi penting sepanjang pekan ini, antara lain:
- 4 Mei 2026: PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi
- 5 Mei 2026: Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026
- 8 Mei 2026: Cadangan devisa, indeks harga properti, penjualan mobil
Selain itu, kondisi fiskal juga menjadi perhatian. Realisasi APBN 2026 hingga Maret mencatat:
Defisit: Rp 240,1 triliun (0,93% PDB)
Belanja negara: Rp 815 triliun (naik 31,4%)
Pendapatan negara: Rp 574,9 triliun (18,2% target)
Pelebaran defisit ini memicu kekhawatiran pasar terkait disiplin fiskal dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Outlook IHSG: Uji Level Psikologis 7.000
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berada dalam fase krusial:
Bullish scenario: Jika bertahan di atas 7.000 → potensi naik ke 7.020–7.150
Bearish scenario: Jika gagal tembus 7.000 → berisiko turun ke 6.750–6.850
Level 7.000 kini menjadi batas psikologis yang akan menentukan arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.












