Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Spot Naik 2,2% Bertengger di level US$ 4.651 di Perdagangan Rabu (6/5/2026) Siang Ini

×

Harga Emas Spot Naik 2,2% Bertengger di level US$ 4.651 di Perdagangan Rabu (6/5/2026) Siang Ini

Sebarkan artikel ini
Emas
Pada perdagangan Rabu (6/5/2026) pukul 12.50 WIB, harga emas spot mengalami kenaikan ke atas US$ 4.600 per ons troi di pasar spot. Harga emas spot di level US$ 4.651 atau tumbuh 2,2% harian dan 7,23% ytd. Meskipun sempat mengalami tekanan dalam sebulan terakhir seiring perubahan ekspektasi pasar.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (6/5/2026) pukul 12.50 WIB, harga Emas spot mengalami kenaikan ke atas US$ 4.600 per ons troi di Pasar spot.

Harag emas spot di level US$ 4.651 atau tumbuh 2,2% harian dan 7,23% ytd.

Meskipun harga emas spot naik sempat mengalami tekanan dalam sebulan terakhir seiring perubahan ekspektasi pasar

🔥 Baca Juga

Terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), prospek jangka menengah harga emas dinilai masih tetap positif.

Kondisi ini sejalan dengan reli signifikan harga emas siang ini.

Sejalan dengan itu, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 30.000 per gram.

Dari sebelumnya Rp 2.760.000 per gram menjadi Rp 2.790.000 per gram.

Tapi jika ditarik lebih jauh, dalam sebulan terakhir harga emas sempat mengalami tren lesu.

Bahkan, sempat hampir loncat ke bawah level US$ 4.500 per ons troi, yakni menyusut ke level US$ 4.516 pada Senin (5/5) pagi.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, menjelaskan pelemahan emas dalam sebulan terakhir ini terutama dipicu oleh repricing ekspektasi suku bunga oleh Federal Reserve.

Data inflasi AS yang masih relatif tinggi membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral tersebut.

Akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer).

“Hal ini mendorong yield riil tetap tinggi sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil,” ujar Nanang.

Dari sisi domestik, Nanang menuturkan pergerakan harga emas batangan Antam sangat dipengaruhi oleh harga emas global dan nilai tukar rupiah.

Dalam kondisi rupiah yang relatif stabil, penurunan harga emas global cenderung lebih tercermin langsung pada harga emas domestik.

Meski sempat mengalami tekanan, Nanang menilai tren bullish emas secara struktural belum berakhir.

Nanang menekankan bahwa faktor struktural seperti pembelian oleh bank sentral global

Serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi penopang harga emas dalam jangka menengah.

Untuk strategi investasi, Nanang menyarankan investor yang sudah memiliki emas untuk tetap mempertahankan posisi (hold).

Mengingat tren jangka menengah masih konstruktif. Sementara bagi investor yang ingin masuk.

Disarankan menggunakan strategi bertahap atau averaging saat harga berada di area koreksi.

“Tidak perlu panic selling kecuali ada perubahan fundamental yang signifikan, seperti kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed,” katanya.

Ke depan, Nanang memproyeksikan harga emas global pada 2026 akan bergerak di kisaran US$ 4.600–US$ 4.900 per ons troi.

Adapun harga emas Antam diperkirakan berada di rentang Rp 2,7 juta–Rp 3,1 juta per gram, tergantung pada pergerakan nilai tukar rupiah.

Ia menambahkan, sejumlah katalis positif yang berpotensi mendorong harga emas antara lain.

Peralihan kebijakan Federal Reserve ke arah pelonggaran, meningkatnya ketegangan geopolitik global, serta pelemahan dolar AS.

“Harga emas saat ini lebih mencerminkan penyesuaian jangka pendek, bukan pembalikan tren utama,”

“Secara strategis, emas masih relevan sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *