Topikseru.com, Medan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara tetap berjalan normal meski terjadi pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam.
Gangguan kelistrikan yang terjadi sejak pukul 18.44 WIB itu sempat memicu kekhawatiran masyarakat terhadap operasional transportasi publik, termasuk layanan kereta api. Namun, KAI Divre I Sumut menegaskan bahwa seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api tetap berlangsung aman tanpa keterlambatan signifikan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kondisi darurat dengan menyiapkan sistem pembangkit listrik cadangan di berbagai stasiun utama.
- Kompol DK Akhirnya Jalani Patsus Usai Viral Video Diduga Asusila dan Gunakan "Pod Getar"
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Pesawat Saudi Airlines Sempat Gangguan di Kualanamu, 380 Jemaah Haji Tiba Selamat di Madinah
“Meski terjadi pemadaman, operasional KA di Sumatera Utara tetap aman. Untuk keberangkatan dan kedatangan KA pasca-pemadaman Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB hingga Sabtu (23/5) pukul 07.30 WIB, semua perjalanan KA tepat sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Anwar dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Stasiun Medan hingga Rantauprapat Tetap Beroperasi
KAI menyebut layanan di sejumlah stasiun utama seperti Stasiun Medan, Stasiun Tanjungbalai, Stasiun Siantar, hingga Stasiun Rantauprapat tetap berjalan dengan baik selama gangguan listrik berlangsung.
Untuk menjaga stabilitas layanan, KAI mengandalkan genset sebagai sumber energi cadangan guna menopang sistem persinyalan, alat komunikasi, hingga pelayanan pelanggan di area stasiun.
Menurut Anwar, saat listrik utama padam, sistem pembangkit membutuhkan waktu beberapa saat untuk kembali menyuplai energi ke fasilitas penting seperti penerangan dan pendingin ruangan.
“KAI Divre I Sumut menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang sempat mengalami ketidaknyamanan selama proses peralihan sumber energi berlangsung,” katanya.
KAI Gunakan PLTS di Stasiun Medan
Menariknya, KAI Divre I Sumut juga mulai memanfaatkan energi terbarukan untuk mendukung operasional. Salah satunya melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Medan.
Panel surya tersebut digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik operasional pada siang hari sekaligus mengisi baterai cadangan yang dapat dimanfaatkan saat terjadi pemadaman listrik di malam hari.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi KAI dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus menjaga layanan transportasi tetap stabil di tengah gangguan eksternal.
PLN Masih Lakukan Pemulihan
Sementara itu, hingga Sabtu pagi, proses pemulihan listrik di sejumlah wilayah Sumatera Utara masih terus dilakukan oleh PT PLN (Persero).
Sebagian stasiun dilaporkan sudah kembali mendapat pasokan listrik normal, namun beberapa wilayah lainnya masih mengalami pemadaman bergilir.
Meski demikian, KAI memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi keselamatan maupun kualitas pelayanan perjalanan kereta api.
“Masyarakat Sumatera Utara tidak perlu khawatir. Seluruh armada kereta api masih beroperasi normal dengan standar keselamatan dan pelayanan yang tetap maksimal,” tutup Anwar.












