Destinasi Pariwisata Bahari PANTAI UJONG BLANG, Lhokseumawe masih selalu menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk menghabiskan waktu liburan akhir pekan bersama keluarga.
Tim Topikseru berkesempatan menyinggahi Pantai Ujong Blang saat ke Kota Lhokseumawe, Aceh pada Minggu 12 April 2026. Pondok Rujak Bek Panik yang bersebelahan dengan Pondok Mama Muda, jadi pilihan yang dirokemendasikan warga lokal.
Pondok Bek Panik tersedia meja kursi yang nyaman. Bahkan disediakan Mushola lengkap dengan kamar mandi untuk bilas atau toilet.
Tim Topikseru mulai mencicipi aneka minuman, dari buah kelapa muda, teh manis, hingga kopi. Disusul memesan rujak aceh. Kali ini rujak tek-tek atau rujak cincang jadi pilihan. Pemanis dari olahan nira aren yang disebut warga sebagai manisan jadi pembeda rujak aceh dengan rujak lainnya di tanah air.
Sambil menonton wisatawan bermain pasir dan mandi di pantai, pengunjung Pondok Bek Panik juga dapat memesan aneka makanan dari olahan mi instan hingga nasi ikan bakar. Ikan kapuk yang segar dipanggang lengkap dengan bumbu kecap dapat dipesan dan disantap beramai-ramai.
Dari banyaknya pantai di pesisir Lhokseumawe, Pantai Ujong Blang adalah yang paling terkenal dan terletak sekitar tiga kilometer ke utara Kota Lhokseumawe, tepatnya di Kecamatan Banda Sakti.
Selain sebagai destinasi bahari, Pantai Ujong Blang juga merupakan surganya kuliner. Sepanjang pesisir pantai terdapat Pondok, Warung, Restoran hingga Café menyediakan berbagai macam makanan khas Aceh seperti rujak dan Mie Aceh.
Tak salah jika pantai yang menyimpan keindahan alam itu menjadi tempat incaran bagi keluarga untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.
Dari pantauan terlihat banyak pengunjung dari berbagai daerah di Aceh dan bahkan di luar Aceh yang didominasi oleh rombongan keluarga itu sedang asik berenang di bibir pantai.
Salah seorang wisatawan lokal Diana Barus mengaku tidak pernah bosan mengunjungi Pantai Ujong Blang. Baik berdua bersama suami di akhir pekan, maupun bersama keluarganya.
“Saya rasa Pantai Ujong Blang ini cukup bagus dan memiliki panorama alam yang indah, ombaknya juga tidak terlalu besar,” katanya. Bahkan saat teman atau keluarga dari luar kota datang Diana kerap membawa menikmati wisata dan aneka kuliner di Ujong Blang.
“Saya tinggal di Lhokseumawe, kebetulan rumah juga dekat dengan pantai ini, jadi untuk liburan akhir pekan tak perlu mengeluarkan biaya yang besar,” sebut Diana.
Hal senada juga disampaikan oleh wisatawan asal Medan, Mutia. Ia menuturkan, dirinya sering berkunjung ke Pantai Ujong Blang, menurutnya pantai tersebut merupakan tempat yang cocok untuk bersantai ria dan liburan akhir bersama keluarga.
“Kebetulan ini libur panjang di akhir tahun, kemarin saya dan keluarga liburan ke Banda Aceh dan kami selalu menyempatkan diri untuk singgah ke Pantai Ujong Blang, sebelum pulang ke Medan,”katanya.
Mutia mengatakan, selain menyajikan pantai yang indah, di pesisir pantai Ujong Blang juga menyajikan berbagai macam jenis kuliner khas Aceh dan harga-harganya juga relatif murah.
“Disini banyak kulinernya, harganya juga murah-murah, tidak bikin kantong bolong,” katanya.
Sementara itu, karena bertepatan di hari libur panjang dan intensitas pengunjung kian meningkat serta cuaca ekstrem akhir-akhir ini, sejumlah petugas gabungan terus melakukan patroli di seputaran pantai Ujong Blang.
Pantai Ujong Blang adalah sebuah pantai yang terletak di wilayah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Garis pantai pada Pantai Ujong Blang terhampar dari muara sungai Cunda yang meliputi wilayah empat desa yaitu Desa Ujong Blang, Desa Ulee Jalan, Desa Hagu Barat Laut, dan Desa Hagu Tengah.
Pantai ini terpaut lima menit dari pusat Kota Lhokseumawe. Paling dekat dengan kota sehingga mudah dikunjungi. Disana, para pedagang menyediakan makanan seperti rujak Aceh dan mie Aceh. Disediakan pula aneka warna-warni untuk para pengunjung dengan berbagai ornamen yang instagramable. Jika hari Sabtu-Minggu, di sini lokasi paling tepat menunggu matahari terbenam. Tersedia pula banana boat untuk Anda yang ingin berkeliling di laut. Pantai ini terbilang panjang, silakan memilih pondok paling nyaman untuk menjadi lokasi istirahat.
Nama Pantai Ujong Blang diambil dari kondisi geografisnya. Dalam bahasa Aceh, ujong blang berarti ujung sawah atau hamparan kebun. Penamaan ini didasarkan kepada kondisi Kota Lhokseumawe yang awalnya berupa areal sawah, rawa, dan lahan kosong.
Pantai Ujong Blang umumnya dikunjungi untuk melihat pemandangan berupa matahari terbit. Di Pantai Ujong Blang, pengunjung dapat melihat kegiatan sehari-hari dari para nelayan dan kegiatan pabrik pencairan gas yang dimiliki oleh Arun Natural Gas Liquefaction.
Daya Tarik Pantai Ujong Blang Aceh
Pantai Ujong Blang merupakan salah satu destinasi wisata tersembunyi atau hidden gem di Aceh. Pantai ini berada di daerah pesisir utara Provinsi Aceh dan bisa dijadikan alternatif untuk mengisi waktu libur.
Pantai ini terkenal dengan pemandangan alamnya yang memanjakan mata. Apalagi sekarang pantai ini sudah dilengkapi berbagai fasilitas yang menunjang keamanan dan kenyamanan pengunjung yang datang.
Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki daya tarik luar biasa. Tidak hanya dari segi budaya dan masyarakatnya saja, akan tetapi juga dari segi pariwisatanya.
Ada banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi dan salah satu yang direkomendasikan adalah Pantai Ujong Blang. Pantai ini berlokasi di Ujong Blang, Kec. Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh 24315.
Pantai Ujong Blang memiliki beberapa keunikan yang membedakannya dari pantai lain di Aceh. Berikut ini sejumlah daya tarik dari pantai ini.
Aktivitas dan Cara ke Pantai Ujong Blang Aceh
Jika berkunjung ke pantai ini pengunjung bisa melakukan berbagai kegiatan seru dan menarik. Mulai dari bermain air di pinggir pantai, berjemur dan bersantai di area pinggir pantai hingga berburu foto yang estetik.
Hal tersebut karena pantai ini memiliki banyak spot foto yang instagramable. Pengunjung juga bisa berkemah di pinggir pantai.
Jika ingin datang ke pantai ini jaraknya dari Kota Lhokseumawe hanya sekitar 4 kilometer saja dengan waktu tempuh kurang dari 15 menit. Perjalannya bisa melalui Jalan Listrik, Jalan Cemp Putih, dan Jalan Darussalam.
Kota Lhokseumawe adalah sebuah kota yang berada di Provinsi Aceh, Indonesia. Kota ini berada persis di tengah-tengah jalur timur Sumatra. Berada di antara Banda Aceh dan Medan, sehingga kota ini merupakan jalur vital distribusi dan perdagangan di Aceh. Pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk kota Lhokseumawe sebanyak 197.336 jiwa dengan kepadatan 1.500 jiwa/km².
Secara etimologi Lhokseumawe berasal dari kata Lhok dan Seumawe. Dalam Bahasa Aceh, Lhok dapat berarti dalam, teluk, palung laut, dan Seumawe bermaksud air yang berputar-putar atau pusat mata air pada laut sepanjang lepas pantai Banda Sakti dan sekitarnya. Keberadaan kawasan ini tidak lepas dari kemunculan Kerajaan Samudera Pasai sekitar abad ke-13, kemudian kawasan ini menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh sejak tahun 1524.
Perekonomian Kota Lhokseumawe mengarah pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Sektor ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tingkat permintaan penginapan di Kota Lhokseumawe juga terbilang tinggi, karena Kota Lhokseumawe merupakan Kota transit antara Medan dan Banda Aceh. Selain itu, karyawan negeri dan swasta yang bekerja di Kota Lhokseumawe sering mencari penginapan ketika dalam masa penugasan, mengingat karyawan-karyawan tersebut berasal dari luar Kota Lhokseumawe.













