Topikseru.com, Medan – Seorang calon haji asal Kota Medan terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci karena kondisi kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Sumut, Alpian Pinem, menyebutkan calon haji tersebut bernama Supartini Gino Salaman yang tergabung dalam Kloter 3 Embarkasi Medan.
“Seorang calon haji atas nama Supartini Gino Salaman nomor manifes 104 menunda keberangkatan karena sakit,” ujar Alpian, Kamis (24/4/2026).
Masih Dirawat, Berpeluang Berangkat di Kloter Berikutnya
Supartini saat ini masih menjalani perawatan intensif sebelum masuk Asrama Haji Medan. Pihak Kemenhaj memastikan, jika kondisi kesehatannya membaik, maka akan diberangkatkan pada kloter selanjutnya sesuai ketersediaan kursi.
Namun demikian, Alpian menegaskan bahwa batas akhir keberangkatan tetap mengikuti jadwal embarkasi.
“Jika belum sembuh hingga Kloter 17 Embarkasi Medan, kemungkinan tidak bisa diberangkatkan tahun ini,” jelasnya.
Ribuan Jemaah Sumut Mulai Diberangkatkan
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, total sebanyak 5.922 calon haji asal Sumatera Utara akan diberangkatkan secara bertahap mulai 22 April hingga 11 Mei 2026.
Untuk Kloter 3, sebanyak 359 calon haji dijadwalkan terbang melalui Bandara Internasional Kualanamu pada Jumat (24/4/2026) pukul 01.20 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Komposisi Jemaah Kloter 3
Ratusan jemaah dalam Kloter 3 ini berasal dari tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara, dengan rincian sebagai berikut:
- Medan: 235 orang
- Pematangsiantar: 109 orang
- Deli Serdang: 6 orang
- Asahan, Langkat, Mandailing Natal, Simalungun: masing-masing 1 orang
Selain itu, terdapat jemaah termuda berusia 17 tahun bernama Syavira Hedra dari Medan, serta jemaah tertua berusia 83 tahun atas nama Rasem Kartubi dari Pematangsiantar.
Kloter ini juga didampingi lima petugas haji selama perjalanan menuju Tanah Suci.
Penundaan keberangkatan ini menegaskan bahwa aspek kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah memastikan setiap calon jemaah berada dalam kondisi layak sebelum diberangkatkan.













