Topikseru.com – Kelompok Hamas menyatakan putra pemimpin Hamas di Jalur Gaza sekaligus kepala negosiator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat dan Israel, Khalil Al-Hayya, tewas akibat serangan Israel di Gaza.
Korban diketahui bernama Azzam Al-Hayya. Hamas menyebut Azzam meninggal dunia setelah menjadi sasaran serangan Israel di wilayah kantong Palestina tersebut.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (7/5), Hamas menuding Israel terus menargetkan warga sipil dan keluarga para pemimpin Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.
“Kejahatan Zionis yang pengecut yang menargetkan Azzam Al-Hayya, putra pemimpin kelompok di Jalur Gaza dan kepala delegasi negosiasi, saudara Mujahid Dr. Khalil Al-Hayya, merupakan kelanjutan dari pendekatan pendudukan yang menargetkan warga sipil dan keluarga para pemimpin Palestina,” demikian pernyataan Hamas.
Hamas Tuduh Israel Tekan Negosiasi perang Gaza
Hamas menilai serangan tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk memberikan tekanan politik dan psikologis terhadap kelompok itu setelah perundingan terkait penghentian perang Gaza mengalami kebuntuan.
Kelompok tersebut menuding Israel gagal memaksakan syarat-syarat mereka dalam proses negosiasi, sehingga memilih meningkatkan tekanan melalui operasi militer.
Ketegangan antara kedua pihak memang terus meningkat di tengah upaya mediasi Internasional untuk mencapai gencatan senjata permanen di Jalur Gaza.
Azzam Al-Hayya Dilaporkan Tewas Akibat Luka Serangan
Sebelumnya, media Al Jazeera melaporkan bahwa Azzam Al-Hayya meninggal akibat luka-luka serius yang dideritanya setelah serangan Israel di Distrik al-Daraj, Kota Gaza, pada Rabu.
Serangan tersebut terjadi di tengah intensitas operasi militer Israel yang terus berlangsung di sejumlah wilayah Gaza.
Hingga kini, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan kematian Azzam Al-Hayya.
Putra Lain Khalil Al-Hayya Juga Tewas Tahun Lalu
Ini bukan kali pertama keluarga Khalil Al-Hayya menjadi korban serangan.
Pada 9 September 2025 lalu, Pasukan Pertahanan Israel atau IDF juga melancarkan operasi yang menargetkan pejabat senior Hamas di Doha.
Dalam serangan itu, Hamas menyebut enam orang tewas, termasuk Humam Al-Hayya, yang merupakan putra lain Khalil Al-Hayya.
Rangkaian serangan terhadap keluarga petinggi Hamas disebut memperlihatkan eskalasi konflik yang semakin tajam di tengah perang berkepanjangan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina.
Situasi Gaza Kian Memanas
Konflik di Jalur Gaza terus memicu kekhawatiran internasional akibat meningkatnya jumlah korban sipil dan memburuknya situasi kemanusiaan.
Berbagai negara dan organisasi internasional masih berupaya mendorong tercapainya kesepakatan damai, namun hingga kini perundingan antara Hamas dan Israel belum menunjukkan titik terang.
Di sisi lain, operasi militer Israel di Gaza masih terus berlangsung dengan target yang diklaim menyasar infrastruktur dan tokoh penting organisasi perjuangan Palestina itu.












