Internasional

Waspadai Penipuan Tiket Piala Dunia 2026, FBI Ingatkan Pecinta Sepak Bola

×

Waspadai Penipuan Tiket Piala Dunia 2026, FBI Ingatkan Pecinta Sepak Bola

Sebarkan artikel ini

Modus Bernama Typosquatting

Piala Dunia
Situs resmi FIFA penjualan tiket pertandingan Piala Dunia 2026. (Foto: Topikseru.com/ Dokumentasi FIFA)

Topikseru.com, Jakarta – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) baru saja merilis peringatan resmi (Public Service Announcement) kepada para pencinta sepak bola di seluruh dunia.

Menjelang Edisi terbesar dari ajang ini akan menampilkan 104 pertandingan yang diikuti oleh 48 tim yang dimainkan di 16 kota di tiga negara: Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat.

Berlangsungnya Piala Dunia 2026 pada Juni dan Juli mendatang, para penjahat siber dilaporkan gencar membuat situs web tiruan yang sangat mirip dengan situs resmi FIFA untuk menguras uang dan data pribadi korban.

Dalam peringatan resminya (28/5/2026), FBI menyebut para pelaku membuat domain palsu yang sangat mirip dengan situs resmi FIFA. Para pelaku berupaya mengumpulkan informasi sensitif seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, email, hingga data kartu pembayaran korban.

“Pelaku ancaman sering membuat situs web palsu dengan sedikit mengubah karakteristik domain situs web yang sah, dengan tujuan mengumpulkan informasi identitas pribadi yang dimasukkan oleh pengguna ke dalam situs tersebut, termasuk nama, alamat rumah, nomor telepon, alamat email, dan informasi perbankan,” kata FBI dalam pengumumannya mengutip HPI, Jumat (29/5/2026).

Menurut FBI, pelaku menggunakan modus bernama typosquatting atau pembajakan nama domain. Mereka mendaftarkan alamat web yang sekilas mirip dengan domain resmi FIFA (⁠fifa.com⁠), namun dengan sedikit modifikasi atau menggunakan akhiran domain yang tidak biasa.

Teknik yang digunakan antara lain mengganti sedikit huruf pada alamat situs atau menggunakan domain berbeda seperti “.org”, “.xyz”, hingga “.sale” agar terlihat meyakinkan di mata pengguna internet.

“Situs web palsu dapat meniru URL yang sah dengan menggunakan kesalahan ejaan kecil, seperti fifa[.]com, atau domain tingkat atas alternatif, seperti .org daripada .com,” kata FBI.

“Bentuk serangan siber ini – yang disebut typo squatting – bergantung pada kesalahan yang dilakukan pengguna internet, seperti kesalahan ketik umum, saat mengunjungi URL,” tambahnya.

Guna menghindari situs web FIFA palsu, FBI merekomendasikan untuk memastikan pengetikan URL “fifa.com” dan menghindari tautan yang diberi label “bersponsor” oleh mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo.

Sementara itu, situs web palsu dapat dilaporkan melalui Pusat Pengaduan Kejahatan Internet FBI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *