Topikseru.com – Jumlah korban jiwa akibat konflik berkepanjangan di Jalur Gaza terus meningkat. Sumber medis setempat melaporkan total korban tewas sejak agresi militer Israel dimulai pada Oktober 2023 kini mencapai 72.783 orang, sementara 172.779 lainnya mengalami luka-luka.
Data terbaru tersebut menunjukkan sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak, di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah Gaza.
Petugas medis menyebut angka korban kemungkinan masih akan terus bertambah karena banyak warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan.
Tim ambulans dan penyelamat disebut mengalami kesulitan menjangkau sejumlah lokasi terdampak karena kerusakan infrastruktur dan situasi keamanan yang belum stabil.
Korban Terus Bertambah dalam 24 Jam Terakhir
Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan meninggal dunia, sementara 29 lainnya mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit di Gaza untuk mendapatkan perawatan medis.
Situasi ini memperlihatkan bahwa korban sipil masih terus berjatuhan meskipun sebelumnya sempat terjadi gencatan senjata pada 11 Oktober 2025.
Sejak periode gencatan senjata tersebut, tercatat sebanyak 890 orang meninggal dunia dan 2.677 lainnya terluka.
Ratusan Jenazah Ditemukan di Bawah Reruntuhan
Selain korban baru, tim penyelamat juga terus menemukan jasad warga yang sebelumnya tertimbun bangunan runtuh.
Sedikitnya 776 jenazah dilaporkan telah dievakuasi dari bawah puing-puing dalam beberapa waktu terakhir.
Krisis kemanusiaan di Gaza kini menjadi sorotan dunia Internasional, terutama terkait tingginya jumlah korban sipil serta keterbatasan akses bantuan medis dan logistik.
Berbagai organisasi kemanusiaan internasional sebelumnya telah berulang kali menyerukan penghentian kekerasan dan pembukaan akses bantuan secara aman bagi warga sipil di Gaza.












