Nasional

Tiba di RS Bhayangkara Kalbar, 8 Jenazah Korban Helikopter PT Matthew Air Langsung Diidentifikasi

×

Tiba di RS Bhayangkara Kalbar, 8 Jenazah Korban Helikopter PT Matthew Air Langsung Diidentifikasi

Sebarkan artikel ini
Helikopter
ScreenshotTim gabungan sedang menurunkan jenazah korban kecelakaan helikopter PT Matthew Air di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo, Jumat (17/4/2026). Delapan jenazah ini langsung dibawa ke instalasi forensik untuk diidentifikasi.(Foto: Topikseru.com/ Istimewa)

Topikseru.com, Pontianak – Delapan korban kecelakaan helikopter PK-CFX PT Matthew Air tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalimantan Barat, Pontianak untuk menjalani proses identifikasi, Jumat (17/4/2026). Tim forensik langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan identitas masing-masing korban.

Data dari Polres Sekadau melaporkan manifes penerbangan lengkap kedelapan orang tersebut. Yaitu:

  1. Kapten Marindra W yang bertugas sebagai pilot.
  2. Harun Arasyd sebagai kopilot.
  3. Patrick K, Penumpang
  4. Victor T, Penumpang
  5. Charles L, Penumpang
  6. Joko C, Penumpang
  7. Fauzie O, Penumpang
  8. Sugito, Penumpang

Helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru yakni Capt. Marindra W. dan Harun Arasyid, serta enam penumpang dari KPN Corp atau KPN Plantations.

Selain itu, petugas juga menerima dua kantong tambahan yang berisi bagian atau barang yang ditemukan di lokasi jatuhnya helikopter.

Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Kombes drg Josep Ginting mengatakan, seluruh kantong jenazah maupun barang temuan akan melalui proses identifikasi secara menyeluruh.

Baca Juga  8 Crew dan Penumpang Helikopter Jatuh di Kalimantan Barat Ditemukan Meninggal Dunia

“Selain delapan kantong jenazah, terdapat dua kantong yang berisi part atau barang dari lokasi kejadian. Semua akan kami identifikasi secara detail untuk membantu proses pencocokan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan dengan metode pencocokan data ante mortem dan post mortem, guna memastikan keakuratan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.

Di sisi lain, pihak kepolisian telah mendirikan posko ante mortem di rumah sakit untuk memfasilitasi keluarga korban. Posko ini digunakan untuk mengumpulkan data pendukung seperti rekam medis, ciri fisik, hingga barang pribadi korban.

Ginting memastikan proses identifikasi dilakukan secara profesional dan hati-hati, mengingat pentingnya keakuratan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Hingga kini, proses identifikasi masih terus berlangsung. Sejumlah keluarga pun terlihat telah berada di rumah sakit sejak pagi hari, menunggu proses identifikasi dengan penuh harap.

Suasana duka pun menyelimuti area rumah sakit saat kantong jenazah mulai diturunkan dari ambulans.