Ringkasan Berita
- Santunan Korban dan Jaminan Hidup Kemensos merinci, santunan korban meninggal dunia telah disalurkan kepada 990 ahli …
- Bantuan Isian Rumah dan Stimulus Ekonomi Kemensos juga menyalurkan bantuan isian rumah kepada 47 ribu keluarga peneri…
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bansos tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako…
Topikseru.com, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler kuartal pertama 2026 telah terealisasi 90 persen dari total 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bansos tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Total anggaran yang telah digelontorkan mencapai Rp20 triliun.
“Bansos reguler kuartal pertama sudah terealisasi sekitar 90 persen untuk 18 juta keluarga penerima manfaat,” ujar Saifullah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam.
Rp 1,8 Triliun untuk Penyintas Bencana di Tiga Provinsi
Selain bansos reguler nasional, Kemensos juga menyalurkan bantuan serupa bagi 1.763.038 keluarga penerima manfaat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Nilai bantuan reguler untuk tiga provinsi tersebut mencapai Rp1,8 triliun.
“Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp1,8 triliun,” katanya.
Bansos Adaptif dan Kebencanaan Capai Rp 632,8 Miliar
Tak hanya bansos reguler, Kemensos juga menggelontorkan bansos adaptif atau kebencanaan pada tahap pertama senilai Rp632,8 miliar hingga dasarian kedua Februari 2026.
Bantuan tersebut meliputi logistik dan dapur umum, santunan korban meninggal dan luka, jaminan hidup (jadup), dan bantuan pemulihan ekonomi.
Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Santunan Korban dan Jaminan Hidup
Kemensos merinci, santunan korban meninggal dunia telah disalurkan kepada 990 ahli waris dengan nilai lebih dari Rp 14,8 miliar.
Sementara jaminan hidup diberikan kepada 175.211 penerima manfaat sebesar Rp450 ribu per orang selama tiga bulan, dengan total anggaran Rp 238 miliar.
Penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia serta transfer ke rekening penerima melalui Bank Syariah Indonesia dan bank-bank milik pemerintah lainnya.
Bantuan Isian Rumah dan Stimulus Ekonomi
Kemensos juga menyalurkan bantuan isian rumah kepada 47 ribu keluarga penerima manfaat dengan nilai lebih dari Rp 143 miliar. Setiap keluarga menerima Rp 3 juta.
Bantuan ini diberikan kepada warga yang tinggal di hunian sementara, hunian tetap, maupun yang mengungsi mandiri dengan sistem sewa.
Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan stimulus sosial ekonomi kepada 47 ribu keluarga dengan total anggaran Rp 238 miliar. Masing-masing rumah tangga menerima Rp 5 juta untuk mendukung pemulihan ekonomi pascabencana.
Saifullah menegaskan, percepatan penyaluran bansos menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Kemensos memastikan proses distribusi dilakukan bertahap hingga seluruh target penerima manfaat terpenuhi pada kuartal pertama tahun ini.








