Ringkasan Berita
- "Dengan Golden Visa dari Pak Presiden, saya merasa harus bekerja lebih keras lagi," kata Shin Tae-yong di Jakarta, Ka…
- "Pertama, saya bangga dengan diri saya, artinya sudah bekerja selama 4,5 tahun karena artinya mendapatkan pengakuan b…
- STY pun bertekad akan bekerja lebih keras untuk kiprah sepak bola Indonesia setelah menerima Golden Visa.
TOPIKSERU.COM, JAKARTA – Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong (STY) menjadi salah satu penerima Golden Visa dari Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
STY pun bertekad akan bekerja lebih keras untuk kiprah sepak bola Indonesia setelah menerima Golden Visa.
“Dengan Golden Visa dari Pak Presiden, saya merasa harus bekerja lebih keras lagi,” kata Shin Tae-yong di Jakarta, Kamis (25/7).
Mantan pelatih Timnas Korea Selatan ini mengatakan akan tampil maksimal mengasuh skuad Garuda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menurutnya, Golden Visa sebagai sebuah pengakuan pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada dirinya.
“Pertama, saya bangga dengan diri saya, artinya sudah bekerja selama 4,5 tahun karena artinya mendapatkan pengakuan baik dari masyarakat dan Pak Presiden langsung,” ujar Shin.
Shin awalnya mengaku sempat bingung saat mendapat informasi bahwa Indonesia memiliki Golden Visa.
“Sejujurnya tidak tahu kalau ada Golden Visa. Saya pertama menerima pemberitahuan bahwa mendapat Golden Visa, sedikit bingung juga. Tetapi, dengan tahu seperti itu dan apalagi penyerahannya oleh Presiden langsung,” kata Shin Tae-yong.
Syarat Golden Visa
Presiden Jokowi secara resmi meluncurkan program Golden Visa di Jakarta, Kamis (25/7).
Seusai menyampaikan sambutan dan meluncurkan secara simbolis, Presiden menyerahkan fasilitas Golden Visa kepada Shin Tae-yong.
“Kita juga ingin global talent itu banyak masuk ke Indonesia dan berkarya untuk memberikan manfaat kepada negara kita,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi pun menjelaskan alasan memberikan Golden Visa kepada Shin Tae-yong.
Menurut Presiden, warga negara asing yang mendapat fasilitas Golden Visa harus lolos seleksi dengan mempertimbangkan seberapa besar manfaatnya bagi negara.
“Kita harapkan dapat memberikan manfaat nasional sebanyak-banyaknya. Tadi saya tegaskan jangan sampai justru orang-orang yang tidak bermanfaat bagi negara kita masuk, enggak, harus seleksi seketat mungkin,” tegas Presiden Jokowi.(antara/topikseru.com)











