Nasional

Raker Komwil I Apeksi Jadi Ruang Strategis Berbagi Solusi Hadapi Tantangan Perkotaan

×

Raker Komwil I Apeksi Jadi Ruang Strategis Berbagi Solusi Hadapi Tantangan Perkotaan

Sebarkan artikel ini
Apeksi Aceh
Konferensi pers pembukaan Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) I Apeksi Tahun 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (19/4/2026).(Foto: Topikseru.com / Apeksi)

Topikseru.com, Banda Aceh – Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan Rapat Kerja menjadi ruang strategis untuk saling belajar dan berbagi solusi menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks.

Hal itu dikatakan Rico Waas yang juga Wali Kota Medan dalam konferensi pers pembukaan Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) I Apeksi Tahun 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (19/4/2026).

Dalam forum yang diikuti 24 pemerintah kota tersebut, Rico menekankan pentingnya penguatan fiskal dan kolaborasi antar daerah. “Kita harus menetapkan diri menjadi kota-kota yang tangguh untuk mendukung Indonesia yang kuat. Strategi fiskal yang tepat sangat krusial, karena dampaknya baru terasa dua hingga tiga tahun ke depan,” Kata Rico Waas.

Dorong Fiskal Kuat dan Kolaborasi Antar Kota

Rico Waas menyoroti pentingnya membangun “kota tangguh”. Terutama setelah sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda bencana alam. Menurutnya, kesiapan fiskal dan sistem tata kelola yang adaptif menjadi kunci agar pemerintah kota tidak gagap menghadapi krisis.

Baca Juga  Pemko Medan Siap Jadi Tuan Rumah Rakernas XVIII APEKSI

Disampaikan Rico Waas dihadapan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam dan Kepala Daerah lainnya, kekuatan fiskal daerah harus dikelola secara kreatif dan berkelanjutan agar mampu menopang pembangunan jangka panjang sekaligus respons cepat terhadap kondisi darurat.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga mengingatkan para wali kota untuk membuka diri dan tidak ragu belajar dari daerah lain. Ia mencontohkan bagaimana Kota Medan mengadopsi praktik baik dari kota lain, termasuk dalam penataan trotoar dan pengelolaan ruang hijau. Menurutnya, semangat berbagi (sharing) menjadi esensi utama Apeksi.

“Kita tidak perlu malu bertanya. Justru dari situ kita bisa menemukan solusi yang mungkin belum ada di kota kita sendiri,” jelas Rico Waas.

Selain isu fiskal, Rico Waas turut menekankan pentingnya pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan. Ia menyebut pendidikan harus inklusif dan berbasis teknologi, termasuk melalui pengembangan smart class di sekolah negeri.

Di sektor kesehatan, Rico Waas menyampaikan keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) di Medan, di mana masyarakat cukup menggunakan KTP untuk mengakses layanan kesehatan.

“Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama. Kita tidak ingin ada ketimpangan layanan antar kota,” ucap Rico Waas.

Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat

Rakerwil I Apeksi 2026 mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat” dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi yang direncanakan berlangsung di Kota Medan dengan tema besar “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”.

Rangkaian kegiatan Rakerwil turut diisi dengan aksi sosial dan lingkungan, seperti penanaman pohon, bantuan bagi korban banjir, serta pameran produk ekspor daerah.

Dengan semangat kolaborasi yang ditekankan dalam forum ini, Rico Waas optimistis kota-kota di Indonesia dapat tumbuh lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika pembangunan nasional.

Rakerwil Komwil I Apeksi berlangsung pada 19-22 April 2026. Kegiatan ini juga dirangkai dengan perayaan hari jadi ke-821 Kota Banda Aceh dan dihadiri puluhan wali kota dari berbagai daerah yang tergabung dalam organisasi tersebut.