Topikseru.com, Garut – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menjalankan program pelatihan Bahasa Inggris bagi guru Sekolah Dasar (SD) pada 2026. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global.
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Junaedi, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional peningkatan mutu pendidikan.
“Sekarang ada program latihan Bahasa Inggris untuk guru,” ujar Iwan dalam kegiatan pendidikan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (7/5/2026).
Fokus Bertahap Mulai Kelas 3 SD
Iwan menjelaskan, pelatihan tahap awal difokuskan kepada guru kelas 3 SD. Selanjutnya, program akan diperluas secara bertahap hingga mencakup guru kelas 4, 5, dan 6.
“Pelatihan guru kelas dimulai dari kelas 3 dulu, kemudian berlanjut ke kelas berikutnya,” katanya.
Program ini rencananya akan diluncurkan secara resmi di Bandung pada Jumat (8/5/2026). Kemendikdasmen juga telah menyiapkan tenaga pelatih untuk memastikan guru memiliki dasar kemampuan Bahasa Inggris yang memadai.
Dorong Siswa Lebih Kompetitif
Menurut Iwan, peningkatan kompetensi Bahasa Inggris pada guru bertujuan agar mereka dapat mentransfer kemampuan tersebut kepada siswa sejak dini. Dengan demikian, siswa diharapkan lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Ia menilai, selama ini kemampuan bahasa asing siswa Indonesia masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang lebih luas, termasuk akses terhadap dunia kerja global.
“Ke depan, siswa diharapkan mahir Bahasa Inggris tanpa meninggalkan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah,” ujarnya.
Kemendikdasmen menegaskan, penguatan Bahasa Inggris akan berjalan seiring dengan pelestarian bahasa nasional dan lokal sebagai identitas budaya bangsa.










