Peristiwa

5 Kecelakaan Bus Paling Tragis di Indonesia, dari SMK Lingga Kencana hingga Bus ALS Muratara

×

5 Kecelakaan Bus Paling Tragis di Indonesia, dari SMK Lingga Kencana hingga Bus ALS Muratara

Sebarkan artikel ini
kecelakaan bus Indonesia
Daftar kecelakaan bus paling tragis di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir

Topikseru.com – Serangkaian kecelakaan Bus Maut dalam beberapa tahun terakhir kembali memunculkan sorotan terhadap keselamatan transportasi darat di Indonesia.

Mulai dari tragedi bus rombongan pelajar, kecelakaan akibat dugaan rem blong, hingga tabrakan maut yang memicu kebakaran besar, sejumlah insiden tersebut menelan puluhan korban jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.

Kasus terbaru terjadi di Musi Rawas Utara (Muratara), ketika bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bertabrakan dengan truk tangki BBM hingga menewaskan 16 orang.

Berikut deretan Kecelakaan bus paling tragis di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

1. Bus Rombongan SMPN 3 Garut Terguling di Purworejo

Kecelakaan bus rombongan siswa SMPN 3 Garut terjadi pada Minggu, 12 Februari 2023, di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Bus pariwisata bernomor polisi D 7764 AS bertabrakan dengan dua sepeda motor di Jalan Daendels, Desa Pejagran, Kecamatan Ngombol.

Setelah tabrakan terjadi, bus terguling dan menimpa salah satu pengendara motor.

Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

2. Bus PO Shantika Terjun dari Tol Pemalang

Kecelakaan berikutnya terjadi pada Januari 2024 melibatkan PO Shantika di ruas Tol Pemalang, Jawa Tengah.

Bus bernomor polisi K 1736 CB itu terjun dari jalan tol menuju jalan desa di wilayah Ampelgading pada Minggu, 21 Januari 2024 sekitar pukul 12.30 WIB.

Bus diketahui membawa 20 penumpang, dua sopir, dan satu kernet.

Akibat insiden tersebut, dua orang meninggal dunia sementara belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

3. Tragedi Bus SMK Lingga Kencana di Subang

Kecelakaan bus pariwisata SMK Lingga Kencana menjadi salah satu tragedi transportasi paling menyita perhatian publik pada 2024.

Bus yang membawa rombongan siswa terguling di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu, 11 Mei 2024 pukul 18.48 WIB.

Sebanyak 11 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, terdiri dari sembilan siswa, satu guru, dan satu warga Subang.

Selain korban meninggal, puluhan penumpang mengalami luka dengan tingkat cedera berbeda.

Penyelidikan polisi kemudian mengungkap dugaan pelanggaran dalam modifikasi bus.

Polda Jawa Barat menetapkan dua tersangka, termasuk pengusaha bengkel berinisial AI yang disebut melakukan perubahan rancang bangun bus tanpa izin resmi.

4. Bus Pariwisata Tabrak Belasan Kendaraan di Kota Batu

Awal 2025, kecelakaan beruntun melibatkan Bus Pariwisata Sakhindra Trans terjadi di Kota Batu.

Bus yang membawa rombongan siswa SMK diduga mengalami rem blong saat melintas dari arah Batos menuju Jalan Ir Soekarno pada Rabu malam, 8 Januari 2025.

Bus meluncur tak terkendali dan menabrak belasan kendaraan di sepanjang jalur tersebut.

Polisi menyebut total 11 kendaraan terlibat dalam kecelakaan itu.

Empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah korban lain mengalami luka-luka.

5. Bus ALS dan Truk BBM Bertabrakan di Muratara

Tragedi terbaru terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Bus Antar Lintas Sumatera atau ALS bertabrakan dengan truk tangki pengangkut BBM sekitar pukul 12.00 WIB.

Tabrakan hebat tersebut memicu kebakaran besar yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

Selain korban tewas, tiga orang mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan.

Menurut informasi awal, bus ALS tengah melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru ketika muncul percikan api dari bagian kendaraan.

Sopir berusaha mengarahkan bus ke sisi kanan jalan untuk menghindari bahaya lebih besar.

Namun, dari arah berlawanan muncul truk tangki dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan tidak dapat terhindari.

Sopir bus ALS turut meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Keselamatan Transportasi Menjadi Sorotan

Rangkaian kecelakaan maut tersebut kembali memunculkan pertanyaan besar terkait standar keselamatan armada bus di Indonesia.

Mulai dari dugaan kelalaian teknis, masalah perawatan kendaraan, modifikasi ilegal, hingga faktor human error menjadi sorotan dalam sejumlah investigasi kecelakaan.

Pemerintah dan aparat penegak hukum sebelumnya telah berulang kali menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kelayakan armada transportasi umum demi mencegah tragedi serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *