Peristiwa

Tragedi Sungai Kemaceak Meluap, 8 Pelajar SMAN 1 Lebong Hanyut, 3 Meninggal Dunia

×

Tragedi Sungai Kemaceak Meluap, 8 Pelajar SMAN 1 Lebong Hanyut, 3 Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Sungai Kemaceak meluap di Lebong Bengkulu dengan arus deras saat kejadian pelajar hanyut
Kondisi Sungai Kemaceak meluap di Kabupaten Lebong, Bengkulu, dengan arus deras yang menghanyutkan 8 pelajar SMAN 1 Lebong saat berlibur. (Instagram/@bengkuluinfo - @curup_kito)

Topikseru.com – Sebuah tragedi terjadi di Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Delapan pelajar dilaporkan terseret arus setelah debit air meningkat drastis pada Senin sore, 4 Mei 2026.

Peristiwa ini viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara panik saat sejumlah siswa berusaha menyelamatkan diri dari derasnya arus sungai.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula saat rombongan pelajar SMAN 1 Lebong berkunjung ke kawasan air terjun Kemaceak untuk berlibur.

Namun secara tiba-tiba, aliran sungai berubah menjadi deras akibat hujan lebat di wilayah hulu.

Air bah datang tanpa peringatan dan langsung menyeret beberapa siswa yang berada di aliran sungai.

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.

“Saat para siswa mandi, tiba-tiba datang arus deras dari atas dan langsung menyeret mereka,” ujarnya.

Kondisi Sungai Berbahaya

Berdasarkan keterangan warga, Sungai Kemaceak memang dikenal memiliki karakter arus yang tidak stabil.

Debit air dapat meningkat secara mendadak, terutama saat wilayah pegunungan diguyur hujan. Selain itu, banyaknya batu besar di sepanjang sungai membuat arus semakin kuat dan sulit dikendalikan.

Dalam video yang beredar, terlihat air berwarna coklat keruh mengalir sangat deras, bahkan ada korban yang sempat bertahan dengan berpegangan pada batang pohon.

Korban Jiwa dan Evakuasi

Dari total 11 pelajar yang berada di lokasi, 8 orang sempat hanyut terbawa arus.

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan warga langsung melakukan pencarian hingga malam hari.

Seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, tiga pelajar dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya harus mendapatkan perawatan di RSUD Lebong akibat luka dan kelelahan.

Kepala Pelaksana BPBD Lebong, Syaprul, menyampaikan:

“Tiga korban dengan inisial L, VR, dan FR dinyatakan meninggal dunia.”

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *