TOPIKSERU.COM, MEDAN – Sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), menolak penunjukan Agus Fatoni sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara, Selasa (25/6).
Pimpinan aksi Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu Irham Sadani Rambi mengatakan aksi unjuk rasa ini sebagai respons atas ketidakpuasan mereka terhadap keputusan pemerintah pusat.
Dia mengatakan sangat kecewa sebab pemerintah melalui Mendagri menunjuk Agus Fatoni, yang notabene bukan orang asli Sumatera Utara, memimpin di Sumut.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Pesawat Saudi Airlines Sempat Gangguan di Kualanamu, 380 Jemaah Haji Tiba Selamat di Madinah
- Kompol DK Akhirnya Jalani Patsus Usai Viral Video Diduga Asusila dan Gunakan "Pod Getar"
“Saat ini, kami menilai banyak putra putri asal Sumatera Utara yang layak dan tau kondisi Sumut ini. Mengapa tidak mereka itu yang diutamakan,” kata Irham, Selasa (25/6).
Irham mengeklaim bahwa seharusnya posisi penting ini diisi oleh putra daerah yang lebih memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Dia juga menilai sosok Agus Fatoni memiliki banyak catatan buruk dalam pemerintahan.
Irham menyinggung banyaknya kepentingan Politik atas penunjukan Pj Gubernur Sumatera Utara.
“Kami menilai banyak permasalahan dari Agus Fatoni, intinya kami menolak orang luar (Sumut) sebagai Pj Gubernur Sumut,” kata Irham kepada wartawan.
Setelah itu, dia menyampaikan jika penunjukan Agus Fatoni sebagai Pj Gubernur Sumut berpotensi mencederai demokrasi di Sumatera Utara.
“Kami tidak ingin demokrasi di Sumatera Utara di obrak-abrik,” sambungnya.
Unjuk rasa yang berlangsung damai, meski mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Demonstran membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi penolakan terhadap penunjukan Penjabat Gubernur Sumut.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Sumut Poppy M Hutagalung mengatakan jika pihaknya hanya menerima tuntutan pengunjuk rasa.
Dia mengaku tidak punya kapasitas untuk menjawab tuntutan tersebut.
“Untuk saat ini kami hanya menerima tuntutan saja, hanya itu saja,” kata Poppy.(Zei/topikseru.com)












