Topikseru.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Listyo Sigit Prabowo ke kediaman pribadinya di Hambalang, Jumat (24/4/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari keamanan nasional hingga transformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan berlangsung secara tertutup selama kurang lebih satu jam.
“Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa hal terkait keamanan nasional dan kondisi umum situasi nasional di berbagai sektor strategis,” ujar Teddy saat dikonfirmasi di Jakarta.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Presiden Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara yang Simpan Devisa Ekspor di Luar Negeri
- Prabowo Subianto Sebut Negara Akan Terima Rp 49 Triliun dari Rekening Tak Bertuan Koruptor
Kapolri Laporkan Program Strategis
Dalam kesempatan itu, Kapolri memaparkan sejumlah program strategis Polri kepada Presiden. Program tersebut mencakup penguatan transformasi digital layanan publik, peningkatan profesionalisme anggota sejak tahap rekrutmen hingga pelaksanaan tugas, serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu, Listyo Sigit juga melaporkan sinergi Polri dengan berbagai lembaga dalam mendukung program nasional.
Kerja sama tersebut meliputi sektor pertanian, ketahanan pangan, program makanan bergizi, percepatan penanganan bencana, hingga peningkatan kualitas layanan publik.
Presiden Terima Laporan Langsung
Berdasarkan dokumentasi yang dirilis Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo tampak menelaah laporan yang disampaikan Kapolri. Sementara itu, Listyo Sigit memberikan penjelasan langsung terkait isi laporan tersebut dalam pertemuan empat mata.
Di hari yang sama, Presiden Prabowo juga menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Hambalang.
Dalam pertemuan terpisah, Rosan melaporkan perkembangan program hilirisasi yang direncanakan di 13 lokasi di Indonesia.
Presiden, menurut Teddy, memberikan arahan agar program hilirisasi tidak hanya berfokus pada sektor energi dan mineral, tetapi juga diperluas ke sektor pertanian dan perikanan.












