Topikseru.com, Medan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan peninjauan ke gudang Perum Bulog wilayah Sumatera Utara (Sumut) untuk memastikan stok Beras dan persediaan bahan pangan lainnya tetap aman di tengah potensi gangguan pasokan.
Anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona Prasetyo, menyebut hasil pemantauan menunjukkan stok beras Sumut masih dalam kondisi mencukupi.
“Kunjungan ini untuk melihat langsung stok beras dan Minyakita,” ujarnya di Medan, Senin (4/5/2026).
Stok Pangan: Beras 63 Ribu Ton, Minyakita 4,6 Juta Liter
Dari hasil peninjauan, tercatat:
- Beras: 63.000 ton
- Minyakita: 4,6 juta liter
Ade menegaskan, stok beras di Sumut sesuai perkiraan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan. Sementara itu, ketersediaan Minyakita juga dinilai aman.
Langkah ini sekaligus untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah potensi kelangkaan di berbagai daerah.
Antisipasi El Nino dan Stabilitas Harga
Peninjauan gudang Bulog ini juga menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap dampak El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pangan.
Selain menjaga pasokan, pemerintah juga berupaya menekan gejolak harga di pasar.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan cadangan beras saat ini cukup kuat.
“Jika diperlukan, tambahan stok bisa dipasok dari pusat untuk memperkuat cadangan pangan daerah,” jelasnya.
Dukungan dari Serapan Gabah Petani
Ketersediaan beras di gudang Bulog juga diperkuat melalui penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani lokal di Sumatera Utara.
Langkah ini dinilai penting untuk:
Menjaga harga gabah di tingkat petani
Menjamin pasokan beras nasional
Mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah
Hadir Sejumlah Pejabat
Peninjauan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan legislatif, antara lain:
- Husni (Anggota DPR RI)
- Ikhwan Ritonga (Wakil Ketua DPRD Sumut)
- Beni Harianto Sihotang (Anggota DPRD Sumut)
Klaim kecukupan stok hingga lima bulan memberikan sinyal positif bagi ketahanan pangan di Sumatera Utara. Namun, tantangan tidak berhenti pada ketersediaan.
Distribusi yang merata, stabilitas harga, serta dampak cuaca ekstrem seperti El Nino tetap menjadi faktor krusial yang harus diantisipasi pemerintah.












