Topikseru.com, Deli Serdang – Di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Mesjid Nurul Huda di Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ramai dikunjungi warga dari beberapa daerah di sekitarnya. Jaraknya sekitar 13 kilometer dari titik nol Kota Medan di Pos Blok Jalan Balaikota.
Mereka datang membawa anak dan anggota keluarga lainnya untuk mendapatkan pengobatan alternatif sodet toh untuk mengobati penyakit tompel atau bercak merah di tubuh yang hanya diadakan setahun sekali.
Cara pengobatan yang hanya ada di hari raya Iduladha ini dilakukan para sesepuh desa dengan melukai atau menyodet bagian tubuh yang sakit dengan jarum emas, peniti emas atau bulir padi hingga mengeluarkan atau meneteskan darah. Setelah diobati dengan cara ini, kebanyakan penderitanya sembuh atau berkurang lebar tompelnya.
Selesai sholat Iduladha, seratusan ibu-ibu dan bapak bapak membawa anak mereka untuk mendapatkan pengobatan penyakit seperti tompel, bercak merah atau toh. Mereka datang dari berbagai tempat di Sumatera Utara hingga luar provinsi ini.
Tompel merah biasanya ada di kulit wajah atau bagian tubuh lainnya. Biasanya semakin hari semakin membesar jika tidak segera diobati. Selain mengganggu kecantikan wajah dan tubuh, penyakit ini juga bisa menyebabkan kebutaan jika menyerang mata.

Guna menghilangkannya, para sesepuh dan tokoh agama desa punya cara unik yang sudah dilakukan sejak leluhur mereka menetap puluhan tahun lalu. Mereka menyebutnya tradisi sodet. Alatnya pun sangat sederhana, hanya sebuah jarum emas, atau peniti emas serta gabah atau bulir tanaman padi yang sudah tua.
Berkat bacaan doa dari ayat-ayat suci Al Quran, di bagian tubuh yang ditumbuhi tompel merah atau putih, jarum emas ditusukkan sedikit hingga bagian tubuh yang sakit mengeluarkan setetes darah.
Karena takut dan sedikit sakit anak-anak yang diobati biasanya menangis meraung-raung dan tampak histeris. Sedagnkan pada remaja dan orang tua pun akan meringis saat jarum emas mulai melukai tubuh mereka. Salah seorang anak terus menerus menangis menahan sakit. Setetes darah segar pun keluar dari keningnya.
Warga yang datang yakin pengobatan cara tradisional warisan leluhur ini dapat menyembuhkan penyakit di wajah anaknya. Rini Syahfitri, salah seorang warga yang datang mengaku dapat informasi dari tetangga adanya tradisi sodet di desa Pematang Johar sehingga datang untuk mencoba.
Begitu juga dengan Sri Sumanti yang optimis dapat sembuh dari tompel merah yang terus tumbuh.
Pengobatan dengan cara ini ternyata warisan para dari leluhur masyarakat yang datang dari kerajaan di Provinsi Banten. Para sesepuh desa di Kampung Banten tetap bertahan melestarikannya. Apalagi pengobatan dengan cara sodet ini ternyata mampu mengobati penyakit.
M. Tamim, sesepuh desa Pematang Johar menjelaskan, pengobatan alternatif yang mereka lakukan merupakan tradisi suku Banten. Namun hanya digelar satu hari saja dalam setahun usai pelaksanaan sholat Iduladha.
Meski umumnya yang datang untuk mengobatai penyakit itu anak-anak bayi dan balita. Namun ada pula para remaja dan orang tua. Biasanya penyakit ringan sembuh hanya dengan sekali sodet. Pada penyakit sedang biasanya butuh tiga kali pengobatan.
Tradisi yang sama juga ada di Desa Butu Bedimbar. Ratusan masyarakat beramai – ramai mendatangi masjid Nurul Amal, kampung Banten, desa Buntu Bedimbar, kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang Sumatera Utara.kedatangan mereka bukan untuk mengambil daging qurban/ melainkan untuk mengikuti pengobatan alternatif, sodet toh, atau sodet tompel, yang hanya di gelar setiap perayaan hari raya idul adha.
Karenaa tradisi ini menggunakan emas atau logam mulia dan menggunakan metode melukai bagian tubuh, Penyelenggara berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang atau Provinsi Sumatera Utara membantu mereka menyediakan sarana sterilisasi alat. Sehingga tidak justru menjadi penyebaran penyakit pada warga yang datang.
Meski ramai peminatnya, pengobatan sodet dengan jarum emas hanya dilakukan sekali setahun. Yaitu bertepatan dengan usainya sholat Iduladha. Jika ingin berobat Topikers bisa datang pada Iduladha tahun depan.












