Nasional

UGM Siap Pasang Badan untuk Jokowi Soal Dugaan Ijazah Palsu

×

UGM Siap Pasang Badan untuk Jokowi Soal Dugaan Ijazah Palsu

Sebarkan artikel ini
Ijazah Jokowi
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof. Wening Udasmoro (tengah) saat konferensi pers di Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa (15/4). Foto: Antara

Ringkasan Berita

  • Tiga orang perwakilan dari TPUA masing-masing Roy Suryo, Tifauzia dan Rismon Hasiholan, telah bertemu dengan pimpinan…
  • Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Wening Udasmoro saat konferensi pers di UGM, Yogyakarta, meneg…
  • Hal ini menanggapi polemik ijazah Jokowi yang sedang dipersoalkan beberapa pihak.

Topikseru.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan bersedia membuka seluruh dokumen akademik Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi bila diminta oleh penetgak hukum. Hal ini menanggapi polemik ijazah Jokowi yang sedang dipersoalkan beberapa pihak.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Wening Udasmoro saat konferensi pers di UGM, Yogyakarta, menegaskan pihaknya memiliki semua dokumen pendukung yang menguatkan bahwa Jokowi pernah menempuh pendidikan di UGM.

“Joko Widodo tercatat sejak awal sampai akhir melakukan Tridharma Perguruan Tinggi di Universitas Gadjah Mada. Kami memiliki bukti, surat dan dokumen yang ada di Fakultas Kehutanan,” kata Wening Udasmoro, Selasa (15/4).

Hal ini disampaikannya menyusul kedatangan puluhan orang yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ke Fakultas Kehutanan UGM, Selasa pagi untuk meminta klarifikasi terkait dugaan ijazah palsu Jokowi.

Tiga orang perwakilan dari TPUA masing-masing Roy Suryo, Tifauzia dan Rismon Hasiholan, telah bertemu dengan pimpinan UGM untuk beraudiensi.

Menurut Wening, UGM sebagai institusi pendidikan memiliki kewenangan akademik yang jelas dan berbasis pada dokumen resmi.

Wening menegaskan bahwa Jokowi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang lulus pada 5 November 1985. UGM mempersilakan pihak-pihak yang meragukan keabsahan ijazah Jokowi untuk menempuh jalur hukum.

Apabila perkara itu bergulir ke pengadilan, menurut dia, UGM siap hadir dan menunjukkan dokumen secara terbuka.

“Kami mempersilakan, apabila nanti kemudian ada proses pengadilan atau apa pun, UGM siap. Misalnya, sebagai saksi, kami siap. Kami dasarnya adalah dokumen yang ada,” tegas Wening.

Dalam pertemuan dengan perwakilan TPUA, menurut dia, pihaknya telah menunjukkan langsung dokumen akademik milik Jokowi, termasuk skripsi asli yang tersimpan di perpustakaan fakultas, serta foto-foto saat wisuda.

Beberapa teman satu angkatan Jokowi pun turut hadir dan membawa skripsi mereka masing-masing sebagai pembanding.

Baca Juga  Edarkan Sabu di Medan Maimun, Anan Kumar Dituntut 7 Tahun Penjara

“Yang hadir tadi ada 11 orang teman satu angkatan Pak Jokowi. Mereka datang atas inisiatif sendiri,” kata dia.

Terkait dengan permintaan TPUA agar UGM menunjukkan semua dokumen secara terbuka, Wening menegaskan bahwa tidak semua orang berhak mengakses data pribadi mahasiswa atau alumni.

“Kalau ada keinginan agar data kami dibuka secara telanjang, kami harus tahu siapa yang berhak,” kata Wening.

“Tidak semua orang bisa datang dan minta dokumen. Kalau nanti ada proses hukum, UGM siap hadir sebagai saksi dan menunjukkan semuanya.”

Sekretaris UGM Andi Sandi menyatakan bahwa UGM hanya akan membuka data yang bersifat publik seperti skripsi yang memang tersedia di perpustakaan.

Adapun data pribadi seperti ijazah hanya dapat dibuka jika diminta secara resmi oleh pengadilan atau aparat penegak hukum.

“Kami juga mempunyai kewajiban untuk melindungi data pribadi setiap orang yang menjadi mahasiswa dan alumni kami. Jadi, ini tidak hanya spesifik orang tertentu, tidak. Akan tetapi, kami menjaga itu,” kata Andi.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menuturkan bahwa Jokowi tercatat mengikuti seluruh tahapan akademik mulai dari registrasi, mengikuti perkuliahan, KKN, hingga menyelesaikan dan mempertahankan skripsi di hadapan penguji.

Jika diperlukan dalam proses hukum, pihaknya siap membawa dan memaparkan dokumen-dokumen itu di pengadilan.

Menurut dia, UGM hanya menyimpan salinan ijazah dan dokumen akademik lainnya, sementara ijazah asli dipegang langsung oleh mantan Presiden RI Jokowi sebagai lulusan.

“Nanti kalau ada proses lanjutan, terutama di pengadilan, kami akan bawa (dokumen) ke pengadilan. Kami tidak bisa melayani satu per satu,” ujar Sigit.

Usai beraudiensi, salah satu perwakilan TPUA, Tifauzia, mengaku memahami bahwa ijazah asli Jokowi memang tidak berada di UGM, tetapi di tangan yang bersangkutan.

Meski begitu, dia menilai UGM seharusnya dapat menunjukkan dokumen pendukung lain seperti transkrip nilai atau KHS yang belum mereka peroleh dalam audiensi.

“Saya tadi bersama teman-teman ini mengajak UGM untuk bersikap netral. Jadi, UGM harus juga melihat bahwa kami ini para peneliti itu ingin menjaga muruah UGM dan menjaga muruah Indonesia,” ujar Tifa.