Nasional

Prabowo Beri Peringatan Keras Para Menteri: Yang Lambat Kita Tinggal di Pinggir Jalan!

×

Prabowo Beri Peringatan Keras Para Menteri: Yang Lambat Kita Tinggal di Pinggir Jalan!

Sebarkan artikel ini
Prabowo
Presiden RI Prabowo Subianto beri peringatan keras kepada para menteri agar bekerja cepat.

Ringkasan Berita

  • 6 Subproyek, 8.000 Lapangan Kerja Proyek industri baterai ini dikembangkan dari hulu ke hilir, mencakup enam subproye…
  • Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi kinerja kabinet yang dinilai telah bekerja cepat, namun ia juga memberi peri…
  • "Yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja," ujar Prabowo lantang, disambut tepuk tangan hadi…

Topikseru.comPresiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6).

Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi kinerja kabinet yang dinilai telah bekerja cepat, namun ia juga memberi peringatan keras kepada para pembantunya.

“Yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja,” ujar Prabowo lantang, disambut tepuk tangan hadirin.

Pernyataan itu mencerminkan semangat baru yang dibawa pemerintahan Prabowo-Gibran: kerja cepat, fokus hilirisasi, dan aksi konkret dalam mengakselerasi proyek strategis nasional.

Proyek baterai kendaraan listrik ini merupakan kolaborasi antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL-Brunp-Lygend (CBL) dari Tiongkok. Nilai total investasi proyek mencapai USD 5,9 miliar atau sekitar Rp95 triliun.

Presiden menyebut proyek tersebut sebagai bukti keseriusan Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan Tiongkok, sekaligus bagian dari upaya transisi energi hijau dan pengembangan industri ramah lingkungan.

“Indonesia selalu memilih kerja sama. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ucap Prabowo, menyitir filosofi Tiongkok yang ia adopsi sebagai prinsip dalam diplomasi ekonomi.

Baca Juga  Presiden Prabowo Dorong Beasiswa untuk Anak Muda Indonesia Belajar ke Rusia

6 Subproyek, 8.000 Lapangan Kerja

Proyek industri baterai ini dikembangkan dari hulu ke hilir, mencakup enam subproyek: lima di Halmahera Timur dan satu di Karawang. Kawasan industri mencakup area seluas 3.023 hektare, dengan penyerapan tenaga kerja hingga 8.000 orang.

Dari segi infrastruktur, proyek ini akan dilengkapi dengan 18 infrastruktur pendukung, termasuk dermaga multifungsi, serta kombinasi energi bersih seperti PLTU 2×150 MW, PLTG 80 MW, pembangkit limbah panas 30 MW, dan tenaga surya 172 MWp—dengan 24 MWp di pabrik Karawang.

Langkah Serius Hilirisasi dan Transisi Energi

Turut hadir dalam peresmian ini sejumlah pejabat strategis seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Hadir pula Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong.

Presiden Prabowo menegaskan proyek ini adalah bagian dari langkah strategis hilirisasi sektor mineral dan penguatan ekonomi berkelanjutan.

Prabowo menyebut Indonesia kini tengah memasuki fase baru dalam transformasi ekonomi nasional berbasis inovasi dan kolaborasi internasional.

“Ini bukan sekadar proyek, ini adalah terobosan besar menuju masa depan energi Indonesia yang berdaulat dan bersih,” pungkas Presiden.