Nasional

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Terima Anugerah Adat Melayu, Ini 8 Tokoh Nasional Penerima Anugerah Serupa, Ada Jokowi Hingga Anies

×

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Terima Anugerah Adat Melayu, Ini 8 Tokoh Nasional Penerima Anugerah Serupa, Ada Jokowi Hingga Anies

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendengarkan Senandung Syair dalam prosesi Anugerah Adat Ingatan Budi. Foto: Dok.LAMR

Ringkasan Berita

  • "Ini wujud nyata untuk meneguhkan nilai luhur Melayu.
  • Penganugerahan Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pa…
  • Tokoh Nasional Penerima Anugerah Gelar Kehormatan dari Lembaga Adat Melayu 1.

Topikseru.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dalam prosesi adat penuh makna di Pekanbaru, Sabtu (12/7).

Penganugerahan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol penghormatan mendalam pada nilai budi, yang menjadi ruh kebudayaan Melayu.

“Ini wujud nyata untuk meneguhkan nilai luhur Melayu. Kami menebar dan membalas budi, bukan hanya mengenang,” kata Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR, dalam pidatonya yang sarat filosofi.

Dalam budaya Melayu, anugerah adat melayu Ingatan Budi bukan sekadar memori. Ia adalah kesadaran batin yang melahirkan empati, penghargaan, hingga perilaku terpuji.

Peribahasa “Hutang emas dapat dibayar, hutang budi dibawa mati” jadi sandaran LAMR untuk menganugerahkan penghargaan istimewa ini pada figur berpengaruh di Indonesia.

Datuk Seri Taufik menekankan bahwa penghargaan serupa bukan hal baru di bumi Melayu. Kisah Hang Tuah di Kesultanan Melaka menjadi rujukan betapa tradisi membalas budi adalah warisan yang dirawat lintas generasi – bahkan lintas agama dan bangsa.

“Budi bukan sesuatu yang kasat mata, tetapi hidup dan mewangi di bumi, merambat ke akhirat. Inilah yang kami rawat dan hormati,” tegas Datuk Seri Taufik.

Penganugerahan Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Sabtu (12/7) menambah daftar panjang tokoh nasional yang pernah menerima penghargaan penuh makna dari masyarakat Melayu tersebut.

Sejak berdiri, LAMR rutin memberikan Anugerah Adat Ingatan Budi kepada sosok-sosok nasional yang dinilai berjasa menghidupkan nilai-nilai budi dan marwah kebudayaan Melayu.

Baca Juga  Pergantian Kapolri 2025: Komjen Rudy Heriyanto vs Komjen Suyudi Ario Seto, Siapa yang Pantas Gantikan Jenderal Listyo Sigit?

Tokoh Nasional Penerima Anugerah Gelar Kehormatan dari Lembaga Adat Melayu

1. Joko Widodo

Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi menjadi salah satu tokoh nasional yang menerima penghargaan serupa pada 2015.

Penghargaan Anugerah Adat Ingatan Budi diberikan kepada Presiden Jokowi sebagai bentuk penghormatan atas kebijakan pro rakyat di kawasan pesisir timur Sumatra.

2. Andika Perkasa

Jenderal Andika Perkasa juga tercatat sebagai penerima anugerah pada 2021 silam saat menjabat sebagai Panglima TNI.

Ketika itu, Andika dianggap berjasa menjaga stabilitas keamanan Riau sebagai beranda terdepan NKRI.

3. Annas Maamun

Annas Maamun menerima Anugerah Adat Ingatan Budi saat menjabat sebagai Gubernur Riau.

LAMR menilai semasa kepemimpinannya diganjar Ingatan Budi karena dinilai berkomitmen merawat adat Melayu sebagai identitas sosial di ranah publik.

4. Iyeth Bustami

Penyanyi senior dan Anggota DPR RI, Iyeth Bustami tercatat menjadi salah satu penerima penghargaan bergengsi ini. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam melestarikan dan mempromosikan budaya melayu.

5. BJ Habibie

Presiden ke-3 Republik Indonesia ini semasa hidupnya mendapat penghormatan dari LAMR karena dinilai berjasa besar dalam mendukung pembangunan di Bumi Lancang Kuning serta menjaga kebudayaan Melayu tetap berakar di tengah modernisasi.

6. Jusuf Kalla

Mantan Wakil Presiden RI dua periode ini juga menerima penghargaan atas kiprahnya dalam merawat keharmonisan sosial dan komitmennya menengahi konflik, selaras dengan filosofi Melayu yang menjunjung tinggi musyawarah.

7. Syafii Maarif

Cendekiawan Muslim asal Sumatera Barat, pendiri Maarif Institute, pernah mendapat gelar kehormatan LAMR sebagai tokoh pemersatu yang konsisten membumikan nilai budi dan kearifan lokal di tengah pusaran modernitas.

8. Anies Baswedan

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pernah menerima gelar kehormatan Melayu dalam kunjungannya ke Riau sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan kebijakan pro-kebudayaan yang digaungkannya.