Ringkasan Berita
- Sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono meledak dan terbakar hebat pada Minggu (17/8) siang, menelan korban jiwa serta m…
- Hingga Senin (18/8), tercatat tiga orang tewas, dua lainnya kritis, dan puluhan rumah warga terdampak.
- Soetijono Blora, satu korban sudah meninggal saat tiba di IGD dengan luka bakar 90 persen.
Topikseru.com – Suasana duka menyelimuti Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono meledak dan terbakar hebat pada Minggu (17/8) siang, menelan korban jiwa serta memaksa puluhan keluarga mengungsi.
Hingga Senin (18/8), tercatat tiga orang tewas, dua lainnya kritis, dan puluhan rumah warga terdampak.
“Api cukup besar dengan tekanan gas tinggi, sehingga tidak bisa ditangani sendiri. Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina HSSE dan Badan Pengelola Energi (BPE),” kata Mulyowati, Kepala Pelaksana BPBD Blora, Senin siang.
Korban Jiwa dan Luka Bakar Serius
Tiga korban meninggal dunia akibat luka bakar serius adalah:
– Tanek (60), warga RT 01 RW 02 Desa Gandu.
– Sureni (52), warga RT 04 RW 01 Dukuh Gendono.
– Wasini (50), warga RT 02 RW 01 Dusun Bendono.
Sementara dua korban lainnya, Yeti (30) dan AB (2), masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Sardjito Yogyakarta.
Berdasarkan laporan RSUD dr. R. Soetijono Blora, satu korban sudah meninggal saat tiba di IGD dengan luka bakar 90 persen.
Empat korban lainnya mengalami luka bakar serius dan sedang menunggu proses rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Puluhan Keluarga Mengungsi
Tak hanya menelan korban jiwa, insiden ini juga membuat 50 kepala keluarga (KK) harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke rumah kerabat.
Kerusakan rumah cukup parah:
- 1 rumah rusak berat, milik Tamsir.
- 4 rumah rusak sedang, milik Sureni, Sukrin, Suntari, dan Suparman.
Selain manusia, hewan ternak pun jadi korban. Enam ekor sapi dan tiga kambing berhasil diselamatkan, tetapi satu sapi dan dua kambing dilaporkan mati terbakar.
Ledakan dan Kobaran Api Sulit Dikendalikan
Mulyowati menjelaskan, kebakaran dipicu blow out pada sumur minyak rakyat. Ledakan disertai semburan gas memicu kobaran api besar yang sulit dikendalikan.
Hingga Senin siang, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman, membuat tanggul, serta menyalurkan suplai air guna mencegah api merembet ke pemukiman.
“Selain fokus pemadaman, kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah tindak lanjut,” ujar Mulyowati.







