BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Dibuka Melemah 0,15% di Level Rp16.439 Per Dolar AS

×

Rupiah Spot Dibuka Melemah 0,15% di Level Rp16.439 Per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot ada di level Rp 16.439 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,15% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.414 per dolar AS.

Ringkasan Berita

  • Melansir Bloomberg, pukul 09.01 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.439 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,15%…
  • Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini.
  • Yen Jepang memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,33%.

Topikseru.com – Pada perdagangan Rabu (3/9/2025) pagi rupiah spot dibuka melemah 0,15% di pasar spot.

Melansir Bloomberg, pukul 09.01 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.439 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,15% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.414 per dolar AS.

Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,33%.

Disusul rupiah yang melemah 0,15%, baht Thailand melemah 0,09%, dolar Taiwan melmeah 0,08%, dolar Singapura melemah 0,07%, dolar Hong Kong melemah 0,06%, dan yuan China melemah 0,04%.

Sedangkan Won Korea, pesso Filipina dan ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS pagi ini dengan penguatan masing-masing 0,11%, 0,06% dan 0,03%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,46, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,39.

Pengamat Ekonomi: Rupiah diperkirakan cenderung melemah terbatas

Pada perdagangan Selasa (2/9/2025) rupiah spot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis ditutup menguat 0,03% secara harian ke Rp 16.414 per dolar AS di pasar spot.

Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,27% secara harian ke Rp 16.418 per dolar AS.

Baca Juga  HFX International Berjangka: Rupiah Spot akan Bergerak Fluktuatif Namun Berpotensi Menguat

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, penguatan terbatas rupiah hari ini didukung pernyataan pemerintah terkait stabilitas pasar keuangan domestik.

Ia bilang, sebagian besar mata uang Asia cenderung melemah terhadap Dolar AS akibat antisipasi investor terkait dengan rilis data ketenagakerjaan AS pada pekan ini.

“Rupiah diperkirakan cenderung melemah terbatas pada perdagangan hari Rabu, akibat dari data indikator manufaktur AS yang cenderung menguat, sehingga membatasi ruang pemotongan yang lebih agresif di tahun 2025 dari the Fed,” ujar Josua.

Josua memperkirakan rupiah pada Rabu (3/9/2025) bergerak dalam rentang Rp 16.375 – Rp 16.475 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen lain yang turut mempengaruhi rupiah adalah meningkatnya ketidakpastian atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Hal ini setelah pengadilan banding memutuskan pekan lalu bahwa tarif tersebut ilegal.

Meskipun pengadilan banding menyatakan bahwa tarif Trump dapat tetap berlaku hingga pertengahan Oktober, Trump mengkritik keputusan tersebut dan mengatakan akan menggugat putusan tersebut di Mahkamah Agung.

Perkembangan ini memicu meningkatnya ketidakpastian atas dampak ekonomi dari tarif Trump, yang sebagian besar mulai berlaku pada bulan Agustus.

Putusan apa pun yang menentang tarif tersebut juga akan memaksa Washington untuk menegosiasikan kesepakatan terbaru dengan mitra dagang utama.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Rabu (3/9/2025) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.400 – Rp 16.450 per dolar AS.