Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (18/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 30,34 poin atau 0,34% ke level 8.052,65 di pasar spot.
Sebanyak 285 saham naik, 115 saham turun dan 222 saham stagnan.
Delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan tiga indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 3,29%, sektor properti naik 0,57% dan sektor barang konsumen siklikal yang naik 0,28%.
Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor kesehatan yang turun 0,35%, sektor perindustrian turun 0,19% dan sektor barang konsumen non siklikal yang turun 0,14%.
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,95 miliar saham dengan total nilai Rp 967,06 miliar.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (2,42%)
2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (1,75%)
3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) (1,35%)
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (-1,85%)
2. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) (-1,79%)
3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (-1,26%)
Market Analyst Mirae Asset Sekuritas: IHSG Bisa Bergerak Positif Bahkan Menembus Level 8.000 Terkerek keputusan BI
Pada perdagangan Rabu (17/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,85% ke level 8.025,19, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 14.545,58 triliun. Sepanjang hari, nilai transaksi menebus Rp 18,27 triliun.
IHSG kembali ceria bahkan akhirnya kembali tembus ke level 8.000. Salah satu sentimen utama datang setelah Bank Indonesia (BI) pangkas suku bunga acuan 25 basis points (bps) menjadi 4,75%.
Keputusan bank sentral Tanah Air itu dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Katalis ini bisa menghapus idiom September Effect dan berganti menjadi September Cerita.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyebut pemangkasan suku bunga ini menunjukkan BI ingin mendorong pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas.
“Tadinya pasar memproyeksikan BI akan melakukan pemotongan suku bunga di kuartal IV, tapi ternyata di September BI sudah melakukannya,” katanya.
Jika Amerika Serikat (AS) dan China kembali mencapai kesepakatan, maka akan menjadi sentimen tambahan untuk IHSG kembali menguat. Nico memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 7.910–8.000 hingga akhir September.
Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas menimpali investor terindikasi tengah dalam fase euforia merespons sejumlah stimulus fiskal dan moneter dalam beberapa pekan terakhir.
“Ini mendasari optimisme pelaku pasar, khususnya investor domestik terhadap outlook ekonomi Indonesia setidaknya di sisa 2025,” tuturnya.
Dengan gelontorkan stimulus dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpeluang tutup di atas level psikologis 8.000 sampai dengan 8.500 sampai akhir 2025.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pelaku pasar mengapresiasi keputusan BI sehingga IHSG bisa bergerak positif bahkan menembus level 8.000.
“Bahkan performa positif ini diperkirakan berlanjut pada Oktober hingga Desember berdasarkan rata-rata lima tahun terakhir,” katanya.
Nafan bilang selain kebijakan BI, pasar juga mendapat angin segar dari 17 paket stimulus ekonomi yang digelontorkan oleh pemerintah, yang bertujuan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik.
Saat ini, kata Nafan, pelaku pasar sangat menantikan penetapan suku bunga The Fed beserta proyeksi ekonomi terbaru dari Negeri Paman Sam itu pada Kamis (18/9) dini hari.
Dalam jangka pendek, dia memproyeksikan IHSG akan menguji resistance di level 8.152 dengan support di posisi 7.868. Jika level tersebut terlampaui, support IHSG berikutnya ada di 7.786.
“Berdasarkan sektor, indeks IDX sektor non siklikal dan IDX sektor keuangan berpotensi menguat ke depannya karena ada kebijakan yang pro pertumbuhan dari BI,” ucap Nafan.
Namun Nafan menilai investor juga dapat mencermati saham-saham yang masih bervariasi murah tetapi menawarkan dividen yang atraktif, yakni AUTO, BBNI, BBTN, BMRI, BNGA, BTPS, ELSA, ERAA, PGAS, PTBA, TLKM dan SIDO.
Sementara, Nico menilai hampir semua sektor akan mendapatkan angin segar dari pemangkasan suku bunga ini. Namun dia bilang investor dapat mencermati saham perbankan, properti, emas dan non siklikal.
Valdy menilai investor dapat mencermati saham-saham yang sensitif dengan suku bunga, seperti perbankan dan properti. Selain itu, saham-saham yang lebih defensif seperti consumer goods dan ritel juga bisa dilirik.













