BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Emas Spot Melemah Nyaris 2% ke Posisi Level US$ 3.959,48 Per Ons

×

Harga Emas Spot Melemah Nyaris 2% ke Posisi Level US$ 3.959,48 Per Ons

Sebarkan artikel ini
Harga Emas
harga emas turun 2% hingga berada di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons, seiring penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Ringkasan Berita

  • Harga emas dunia kembali terkoreksi setelah sempat menembus rekor baru sehari sebelumnya.
  • “Spekulan mulai mengambil untung setelah gencatan senjata Gaza berlaku, karena ketegangan di kawasan yang selama in…
  • Harga emas spot melemah nyaris 2% ke posisi US$ 3.959,48 per ons pada pukul 17.53 GMT.

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (9/10/2025), harga emas turun 2% hingga berada di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons, seiring penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Harga emas dunia kembali terkoreksi setelah sempat menembus rekor baru sehari sebelumnya.

Harga emas spot melemah nyaris 2% ke posisi US$ 3.959,48 per ons pada pukul 17.53 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 2,4% ke US$ 3.972,6 per ons.

Perak yang sehari sebelumnya menyentuh rekor US$ 51,22 per ons juga mengalami penurunan tipis. Logam mulia ini tercatat stagnan di US$ 48,93 per ons, tertekan faktor yang sama dengan emas.

Penguatan dolar turut memberi tekanan, dengan indeks dolar naik 0,5% mendekati level tertinggi dua bulan. Kondisi ini membuat emas dan logam mulia lain yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar AS.

“Spekulan mulai mengambil untung setelah gencatan senjata Gaza berlaku, karena ketegangan di kawasan yang selama ini rawan konflik sedikit mereda,” ujar Tai Wong, analis logam independen.

Baca Juga  Harga Emas Spot Turun 0,4% Berada di Level US$ 3.643,40 Per Troy Ounce

Meski demikian, Wong menilai prospek jangka panjang emas masih solid. Menurutnya, faktor-faktor utama pendorong reli harga emas seperti diversifikasi cadangan devisa global, melonjaknya utang negara, serta pembelian agresif bank sentral masih tetap berlaku.

Sehari sebelumnya, emas sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah di level US$ 4.059,05 per ons.

Sepanjang tahun ini, harga emas sudah melesat sekitar 52%, terdorong ketidakpastian geopolitik, lonjakan pembelian bank sentral, arus masuk ke ETF emas, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.

Risalah rapat The Federal Reserve September lalu menunjukkan kekhawatiran pejabat bank sentral terhadap risiko pasar tenaga kerja yang dinilai cukup tinggi untuk memicu pemangkasan suku bunga.

Fed sendiri sudah memangkas suku bunga 25 basis poin pada September, dan pasar kini memperkirakan peluang hampir pasti adanya penurunan tambahan pada Oktober dan Desember.

Perak juga menikmati reli besar tahun ini dengan kenaikan 69%, dipicu faktor serupa dengan emas ditambah pasokan yang kian terbatas.

Pasar fisik perak di London bahkan disebut makin tipis likuiditasnya karena derasnya pembelian ETF dan pergerakan logam menuju AS.

Kondisi ini sempat membuat Kotak Mahindra di India menghentikan sementara investasi baru pada ETF perak.

Selain emas dan perak, logam mulia lain juga ikut melemah. Platinum turun 2,4% menjadi $1.622,25 per ons, sementara paladium terkoreksi 1,7% ke US$ 1.425,36 per ons.