Ringkasan Berita
- Prakirawan Putri Diana dari BBMKG Wilayah I Medan menegaskan bahwa secara umum cuaca di provinsi ini akan cenderung b…
- Peringatan itu diberikan karena kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologis seperti ban…
- Rincian prakiraan cuaca BBMKG untuk Selasa (28/10) adalah sebagai berikut: Pagi: Kondisi berawan merata di seluruh wi…
Topikseru.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memperingatkan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) agar meningkatkan kewaspadaan menjelang potensi hujan yang diperkirakan berlangsung lama pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Peringatan itu diberikan karena kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah pegunungan dan pesisir timur.
Prakirawan Putri Diana dari BBMKG Wilayah I Medan menegaskan bahwa secara umum cuaca di provinsi ini akan cenderung berawan pada pagi hari. Namun, intensitas hujan diperkirakan meningkat pada siang hingga sore di beberapa kabupaten.
“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan berkepanjangan, khususnya wilayah dataran tinggi dan pesisir timur Sumut, yang berpotensi memicu banjir dan longsor,” ujarnya, Senin malam.
Rincian prakiraan cuaca BBMKG untuk Selasa (28/10) adalah sebagai berikut:
- Pagi: Kondisi berawan merata di seluruh wilayah Sumatera Utara.
- Siang – sore: Potensi hujan ringan hingga hujan lokal di Padang Lawas Utara, Langkat, dan Labuhan Batu Selatan.
- Malam: Peluang hujan ringan masih ada di Langkat, Medan, dan Deli Serdang.
- Dini hari: Kembali diprakirakan berawan di keseluruhan wilayah.
BBMKG juga melaporkan parameter cuaca lainnya, yakni suhu diperkirakan berkisar antara 15°C hingga 36°C, kelembapan antara 66 – 98 persen, serta angin bertiup dari arah barat sampai timur dengan kecepatan 4 – 9 km/jam.
Selain faktor cuaca, pemantauan titik panas (hotspot) pada 26 Oktober 2025 mencatat delapan lokasi panas di wilayah Sumut, masing-masing enam di Kabupaten Padang Lawas dan dua di Padang Lawas Utara.
Keberadaan hotspot ini menjadi salah satu variabel yang perlu diperhatikan, khususnya terkait potensi asap dan kualitas udara ketika terjadi kebakaran lahan.
Imbauan bagi masyarakat:
- Warga pemukiman di dataran rendah dan kawasan aliran sungai diminta menyiapkan langkah antisipasi banjir (mengamankan barang penting, menyiapkan jalur evakuasi).
- Penduduk di area perbukitan dan lereng diminta mewaspadai longsor; hindari aktivitas di lereng curam setelah hujan lebat.
- Petani dan pelaku usaha di pesisir agar memantau cuaca sebelum melakukan aktivitas lapangan.
- Pantau informasi resmi dari BPBD setempat dan BBMKG untuk pembaruan prakiraan dan peringatan dini.
Kepala BPBD kabupaten/kota terkait diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memastikan saluran air bersih dari sampah dan material yang menghambat aliran, serta menyiagakan tim tanggap darurat.











