International

Trump Klaim Korea Selatan Akan Bangun Kapal Selam Nuklir di Philadelphia

×

Trump Klaim Korea Selatan Akan Bangun Kapal Selam Nuklir di Philadelphia

Sebarkan artikel ini
Trump Iran kesepakatan nuklir
Presiden AS Donald Trump. Foto: ANTARA/Anadolu

Ringkasan Berita

  • Pengumuman tersebut ia sampaikan melalui platform media sosial Truth Social, Rabu (29/10), tak lama setelah menyetuju…
  • "Korea Selatan akan membangun Kapal Selam Bertenaga Nuklirnya di Galangan Kapal Philadelphia, tepat di sini di Amerik…
  • Trump juga mengklaim adanya paket investasi jumbo dari perusahaan hingga pengusaha kaya asal Korea Selatan yang diseb…

Topikseru.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu sorotan publik setelah mengumumkan bahwa Korea Selatan akan membangun kapal selam bertenaga nuklir modern di Galangan Kapal Philadelphia, Amerika Serikat.

Pengumuman tersebut ia sampaikan melalui platform media sosial Truth Social, Rabu (29/10), tak lama setelah menyetujui proyek pertahanan strategis tersebut.

“Korea Selatan akan membangun Kapal Selam Bertenaga Nuklirnya di Galangan Kapal Philadelphia, tepat di sini di Amerika Serikat yang kita cintai. Industri perkapalan negara kita akan segera mengalami kebangkitan besar,” ujar Trump dalam unggahannya.

Baca Juga  AS dan Rusia Bahas Perjanjian Pengendalian Senjata Baru Pasca Berakhirnya New START

Pengembangan kapal selam bertenaga nuklir merupakan lompatan signifikan dalam kerja sama pertahanan antara Washington dan Seoul, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik Indo-Pasifik.

Korea Selatan Disebut Bayar USD 350 Miliar ke AS

Dalam unggahan terpisah, Trump menegaskan bahwa Korea Selatan telah sepakat membayar USD 350 miliar (sekitar Rp 5.799 triliun) kepada Amerika Serikat.

Pembayaran tersebut diklaim sebagai kompensasi atas penurunan tarif perdagangan yang sebelumnya dikenakan kepada Korea Selatan.

“Selain itu, mereka setuju untuk membeli minyak dan gas kami dalam jumlah besar,” tulis Trump.

Trump juga mengklaim adanya paket investasi jumbo dari perusahaan hingga pengusaha kaya asal Korea Selatan yang disebut bakal melebihi USD 600 miliar (sekitar Rp 10.768 triliun).

Paket tersebut diklaim akan masuk ke sejumlah sektor domestik AS, termasuk industri migas dan manufaktur.