BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Tergelincir 2,82% Bertengger di Level US$107.891 atau Setara Rp1,79 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Tergelincir 2,82% Bertengger di Level US$107.891 atau Setara Rp1,79 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Harga Bitcoin
Pasar kripto ambles dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok ke US$ 107 ribu dan menyentuh level terendah baru saat saham teknologi di Wall Street rontok.

Topikseru.com – Pada perdagangan Jumat (31/10/2025) Pasar kripto ambles dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok ke US$ 107 ribu dan menyentuh level terendah baru saat saham teknologi di Wall Street rontok.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (31/10/2025) pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global ambles 3,78% menjadi US$ 3,62 triliun dalam 24 jam.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini tergelincir 2,82% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 107.891 per koin atau setara Rp 1,79 miliar (Kurs Rp 16.652).

Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 4,03% menjadi US$ 3.781, Solana (SOL) terpangkas 6,35% menjadi US$ 183.

Dogecoin (DOGE) ambruk 7,78% menjadi US$ 0,18, XRP jeblok 6,17% menjadi US$ 2,43, dan Binance (BNB) jatuh 4,02% menjadi US$ 1.069.

Dikutip dari CoinTelegraph, harga Bitcoin kembali melemah tajam di akhir Oktober 2025, mengikuti pelemahan saham teknologi di Wall Street meski laporan keuangan perusahaan raksasa teknologi menunjukkan hasil positif.

Mengutip data pasar, harga Bitcoin (BTC) sempat turun ke US$ 107.328 setelah pembukaan pasar New York dan menyentuh level intraday rendah di US$ 106.800. Aksi jual ini memperpanjang tekanan pada aset kripto utama tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi gelembung di sektor kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga  Terungkap, Pembunuhan Anak di Cilegon Dipicu Utang Kripto Pelaku

Indeks S&P 500 dan Nasdaq sama-sama melemah, dipicu koreksi tajam saham-saham Big Tech seperti Meta dan Microsoft yang masing-masing turun 10% dan 3%.

Meski mencatat kinerja keuangan solid, sentimen pasar tertekan oleh besarnya belanja modal (CAPEX) untuk pengembangan AI, Meta menaikkan belanja AI hingga US$ 70–72 miliar, sementara Alphabet diproyeksikan menggelontorkan hingga US$ 93 miliar.

Pertemuan Trump-Xi

Dari sisi geopolitik, pelaku pasar juga menyoroti hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang belum memberikan kepastian konkret.

Meskipun ada kesepakatan kecil terkait pengurangan tarif fentanyl dan penundaan larangan ekspor logam tanah jarang oleh China selama satu tahun, investor menilai kesepakatan dagang AS–China masih rapuh.

Padahal, kombinasi faktor positif seperti pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin, berakhirnya kebijakan quantitative tightening, dan potensi kesepakatan dagang AS–China semestinya menjadi katalis penguatan harga Bitcoin. Namun kenyataannya, pasar justru bergerak berlawanan.

Menurut data Hyblock, tekanan jual masih dominan dengan area likuiditas terdekat di US$ 103.800, dan posisi jangka menengah menunjukkan potensi penurunan lanjutan menuju US$ 100.500 hingga US$ 98.600.Jinping