BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Menguat 0,25% Lompat ke Level Rp16.622 Per Dolar AS Siang Ini

×

Rupiah Spot Menguat 0,25% Lompat ke Level Rp16.622 Per Dolar AS Siang Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg siang ini, rupiah menguat 0,25% secara harian ke level Rp 16.622 per dolar AS di pasar spot .

Ringkasan Berita

  • Mengutip Bloomberg siang ini, rupiah menguat 0,25% secara harian ke level Rp 16.622 per dolar AS di pasar spot .
  • Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (1/12) rupiah di pasar spot menguat 0,07% secara harian ke posisi Rp 16….
  • Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah terjadi karena pelemahan dolar AS.

Topikseru.com – Pada perdagangan Selasa (2/12/2025) rupiah spot menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg siang ini, rupiah menguat 0,25% secara harian ke level Rp 16.622 per dolar AS di pasar spot .

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (1/12) rupiah di pasar spot menguat 0,07% secara harian ke posisi Rp 16.663 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah terjadi karena pelemahan dolar AS.

Dolar mengalami pelemahan karena investor bersiap menghadapi bulan krusial yang berpotensi membawa pemangkasan suku bunga terakhir Federal Reserve pada tahun ini.

“Fokus utama investor tertuju pada prospek suku bunga AS,” ujar Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, pasar kini memperkirakan peluang 87% The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin saat bertemu pekan depan, menurut perangkat CME FedWatch.

Perubahan tajam ekspektasi pelonggaran The Fed dan laporan bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett muncul sebagai kandidat terdepan untuk menjadi Ketua The Fed berikutnya telah menekan dolar, yang pada hari Jumat mencatat minggu terburuknya dalam empat bulan terakhir.

Ibrahim memproyeksikan rupiah hari ini bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat direntang Rp 16.630 – Rp 16.670 per dolar AS.

Rupiah Spot Menguat 0,20% Terduduk di Level Rp16.630 Per Dolar AS di Awal Perdagangan Selasa (2/12/2025)

Pada awal perdagangan Selasa (2/12/2025) rupiah spot dibuka menguat berada di level Rp 16.630 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,20% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.663 per dolar AS.

Di Asia, rupiah menguat bersama beberapa mata uang lainnya. Peso Filipina mencatat penguatan terbesar yakni 0,30%.

Disusul rupiah yang menguat 0,20% dan ringgit Malaysia yang menguat 0,03%.

Dolar Singapura flat, sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini.

Baht Thailand melemah 0,14%, won Korea melemah 0,10%, yen Jepang melemah 0,09%.

Yuan China melemah 0,05%, dolar Hong Kong melemah 0,02% dan dolar Taiwan melemah 0,003% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,41, tak berubah dari sehari sebelumnya yang juga ada di level 99,41.

Baca Juga  Rupiah Spot Melemah 0,12% Tersungkur di Level Rp16.714 Per Dolar AS

Analis Pasar: Rupiah akan Bergerak Fluktuatif dengan Kecenderungan Menguat

pada perdagangan Senin (1/12/2025) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup menguat 0,07% ke level Rp 16.663 per dolar AS pada Senin (1/12).

Berbeda dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah 0,04% ke Rp 16.668 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.661 per dolar AS pada Jumat (28/11/2025).

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah hari ini dipengaruhi pelemahan dolar AS di awal Desember.

Indeks dollar pada Senin turun 0,18% di level 99,28 hingga pukul 17.40 WIB.

Ia bilang faktor lain yang menjadi penggerak adalah peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan pekan depan.

“Pasar kini memperkirakan peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sebesar 87%,” ujarnya.

Ibrahim menyebut, kabar kandidat kuat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell yaitu Kevin Hassett dianggap berpandangan dovish juga ikut menekan dolar.

Ia mengatakan pergeseran ekspektasi kebijakan ini membuat indeks dolar mencatat pelemahan mingguan terdalam dalam empat bulan.

Selain itu, pelaku pasar turut menanti serangkaian data ekonomi AS seperti PMI Manufaktur ISM, data jasa, hingga klaim pengangguran.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menilai sentimen positif datang dari surplus perdagangan Indonesia pada Oktober 2025 yang mencapai US$ 2,39 miliar, ini sekaligus menjadi surplus beruntun selama 66 bulan sejak bulan Mei 2020.

Ia juga menyoroti penguatan PMI manufaktur Indonesia ke level 53,3 pada November. Hal ini juga menunjukkan ekspansi empat bulan berturut-turut. Menurut dia, perbaikan permintaan domestik, turut mendukung stabilitas rupiah.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, penguatan rupiah hari ini hanya tipis karena data domestik yang kurang kuat.

“Rupiah ditutup menguat tipis, gagal mempertahankan penguatan awal setelah rilis data perdagangan Indonesia yang sangat lemah serta inflasi yang menunjukkan moderasi,” ungkapnya.

Lukman juga sepakat menyebut, dolar AS masih tertekan potensi pemangkasan suku bunga serta kabar mengenai kandidat Ketua The Fed yang bersikap dovish.

Namun dari sisi domestik, fundamental yang melemah masih menahan momentum rupiah.

Untuk perdagangan Selasa (2/12/2025, ia memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 16.600–Rp 16.700.

Kalau Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat.

Ia memproyeksikan rupiah diperkirakan ditutup menguat di rentang Rp16.630 – Rp16.670 per dolar AS.