Daerah

Tanah Bergerak Rusak Rumah dan Sekolah di Tapsel, 637 Jiwa Mengungsi

×

Tanah Bergerak Rusak Rumah dan Sekolah di Tapsel, 637 Jiwa Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Tanah bergerak
Sejumlah rumah dan bangunan sekolah di Tapanuli Selatan mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah. Topikseru.com/Ameq

Ringkasan Berita

  • Pergeseran tanah terjadi di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola.
  • Salah seorang pemilik rumah, Forman Lubis mengungkapkan dampak dari pergerakan tanah ini memaksa ia dan keluarga meng…
  • Menurut Forman, pergeseran tanah terjadi sejak akhir November 2025.

Topikseru.com-Belum juga dampak banjir bandang dan longsor tuntas, warga Kabupaten Tapanuli Selatan kini harus menghadapi bencana pergerakan tanah.

Pergeseran tanah terjadi di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola. Fenomena ini menyebakan ratusan rumah warga dan fasilitas umum di antaranya sekolah dan rumah ibadah rusak porak-poranda.

Salah seorang pemilik rumah, Forman Lubis mengungkapkan dampak dari pergerakan tanah ini memaksa ia dan keluarga mengungsi karena tanah masih terus bergerak.

“Takut kembali ke rumah, karena khawatir tertimbun material tanah. Kami mengungsi di pokso pengungsian areal PTPN,” ujar Forman, Senin (16/12/2025).

Menurut Forman, pergeseran tanah terjadi sejak akhir November 2025. Kondisi rumah sudah tidak layak lagi ditempati, karena hancur berantakan.

“Penyebabnya tidak tahu. Retak tanah tiba-tiba, padahal di sini tak ada banjir besar seperti di daerah lain,” terangnya.

Seorang pengungsi, Tioji Harahap mengaku sudah dua minggu lebih berada di posko pengungsian dengan keterbatasan perlengkapan. Kondisi ini membuat dirinya tak tenang, bahkan sukar untuk tidur di malam hari.

“Tidur tidak tenang dan badan pegal-pegal. Saya berharap pemerintah membangunkan secepatnya rumah kami yang rusak dan tak bisa dihuni lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tandihat Ranto Panjang Sipahutar, mengatakan jumlah warga yang mengungsi di posko pengungsian ada 673 jiwa atau 186 kepala keluarga. Sedangkan, untuk relokasi rencanaya di lahan PTPN seluas sembilan hektar.

“Ada 157 rumah yang terdampak dan tak layak lagi. Kalau pembangunan rumah belum dilakukan lantaran masih menunggu surat dari pihak terkait,” tungkasnya.