BursaEkonomi dan Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Berpeluang Melanjutkan Penguatan Secara Terbatas

×

Analis Pasar: IHSG Masih Berpeluang Melanjutkan Penguatan Secara Terbatas

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di pasar spot. Sementara, IHSG naik 0,43% ke level 8.686,47, meskipun pergerakan indeks sepanjang hari cenderung volatil dengan penguatan yang relatif terbatas.

Ringkasan Berita

  • Sementara, IHSG naik 0,43% ke level 8.686,47, meskipun pergerakan indeks sepanjang hari cenderung volatil dengan peng…
  • Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG masih dib…
  • Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati beberapa saham pilihan, antara lain PT Adaro Energy In…

Topikseru.com – Pada perdagangan Selasa (16/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di pasar spot.

Sementara, IHSG naik 0,43% ke level 8.686,47, meskipun pergerakan indeks sepanjang hari cenderung volatil dengan penguatan yang relatif terbatas.

Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan dari sejumlah faktor eksternal dan domestik.

Tekanan datang dari kinerja saham perbankan yang cenderung melemah, seiring dengan mayoritas bursa global dan Asia yang bergerak terbatas.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga  IHSG Ditutup Melemah 5,25 Poin Bersandar di Level 8.611,78 Sore Ini

Untuk perdagangan Rabu (17/12/2025), Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas.

Ia memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 8.664 dan resistance di 8.697.
“Pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas global, khususnya emas dan minyak dunia,” kata Herditya.

Menurut Herditya, harga emas dan minyak dunia berpotensi mengalami tekanan seiring munculnya titik terang perdamaian Ukraina.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payroll (NFP) serta perkembangan data inflasi AS ke depan, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter global.

Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati beberapa saham pilihan, antara lain PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga di kisaran Rp1.855-Rp1.960.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) di rentang Rp2.380-Rp2.450, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp2.870-Rp2.970.