Daerah

Imlek 2577 di Kesawan Medan, Rico Waas: Kota Ini Miniatur Indonesia

×

Imlek 2577 di Kesawan Medan, Rico Waas: Kota Ini Miniatur Indonesia

Sebarkan artikel ini
Imlek 2577 di Kesawan Medan
Tiga Baronsai beraksi menyemarakkan perayaan Imlek 2577 Kongzili bertajuk Harmony Imlek Dalam Keberagaman Kota Medan 2026. Foto: Dok. Dinas Kominfo Medan

Ringkasan Berita

  • Ratusan lampion menggantung di sepanjang ruas jalan, menyemarakkan perayaan Imlek 2577 Kongzili bertajuk Harmony Imle…
  • Perayaan tahun baru Tionghoa itu tak sekadar pesta budaya, tetapi juga panggung persatuan di jantung bersejarah Medan.
  • Momen malam itu terasa istimewa karena perayaan dimulai usai pelaksanaan salat tarawih, mencerminkan kuatnya tolerans…

Topikseru.com, Medan – Suasana Kawasan Kesawan, kota tua di Jalan Jenderal Ahmad Yani, berubah menjadi lautan merah bercahaya pada Sabtu (21/2/2026) malam. Ratusan lampion menggantung di sepanjang ruas jalan, menyemarakkan perayaan Imlek 2577 Kongzili bertajuk Harmony Imlek Dalam Keberagaman Kota Medan 2026.

Perayaan tahun baru Tionghoa itu tak sekadar pesta budaya, tetapi juga panggung persatuan di jantung bersejarah Medan.

Rico Waas Hadir, Suasana Kian Semarak

Kehadiran Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, menambah kemeriahan acara. Keduanya berjalan membelah lautan pengunjung dengan iringan tabuhan genderang dan atraksi lincah barongsai serta liang liong.

Momen malam itu terasa istimewa karena perayaan dimulai usai pelaksanaan salat tarawih, mencerminkan kuatnya toleransi antarumat beragama di Kota Medan.

Dengan mengenakan busana khas Tionghoa, Rico Waas menegaskan bahwa kekuatan utama Medan bukan terletak pada infrastruktur, melainkan pada kemajemukan warganya.

“Kita hidup dalam keberagaman, namun berdiri berdampingan, saling merangkul meski berbeda suku, budaya, dan agama. Inilah kekuatan kita,” ujar Rico disambut tepuk tangan ribuan warga.

Medan Disebut Miniatur Indonesia

Imlek 2577 di Kesawan Medan

Dalam sambutannya, Rico menyebut tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan agama dalam satu ruang seperti Medan.

Baca Juga  Guru di Medan Mendapat Sanksi Dirumahkan Buntut Hukum Murid

“Kota Medan adalah miniatur Indonesia. Hari ini saya memakai baju khas Tionghoa, besok mungkin Melayu, Batak, Karo, atau Nias. Kita bangga dan nyaman dalam perbedaan ini,” katanya.

Dia menekankan pentingnya menjaga harmoni tersebut demi masa depan kota. Menurutnya, Medan akan kuat jika seluruh elemen masyarakat, baik tokoh agama, tokoh budaya, pengusaha, hingga warga, bersatu padu.

“Perbedaan ini wajib kita jaga. Kita akan kuat jika bersatu dalam keberagaman, dan lemah jika berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Semangat Kuda Api untuk Pembangunan

Mengacu pada shio tahun ini, yakni Kuda Api, Rico berharap semangat keberanian dan kecepatan turut mendorong pembangunan kota.

“Tahun Kuda Api melambangkan semangat, kecepatan, dan keberanian untuk melesat maju. Begitu pula Kota Medan membutuhkan percepatan pembangunan. Mari kita doakan seluruh program Pemko Medan berjalan baik,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Rico menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 2026 serta doa bagi seluruh masyarakat agar memperoleh kebahagiaan, kesehatan, dan rezeki melimpah.

Bagian dari Pengembangan Kebudayaan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, menjelaskan bahwa perayaan ini merupakan bagian dari pengembangan kebudayaan daerah.

Imlek 2577 di Kesawan dimeriahkan berbagai pertunjukan, mulai dari tarian oriental, atraksi barongsai dan naga, pertunjukan kecapi, bazar kuliner dan kriya, hingga pembagian kue bakul serta hiburan musik.

Lampion-lampion yang menerangi Kesawan malam itu seakan menjadi simbol bahwa di tengah keberagaman, Kota Medan tetap bersinar dalam harmoni.