Topikseru.com, Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Rabu (4/3/2026). Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Endah Paramita, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari diperkirakan berawan hampir di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Namun demikian, terdapat potensi hujan lebat yang diperkirakan terjadi di sejumlah daerah, seperti Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, serta Nias Selatan dan wilayah sekitarnya.
“Secara umum cuaca pagi hari berawan hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara, namun terdapat potensi hujan lebat di beberapa daerah tersebut,” ujar Endah di Medan, Selasa (3/3/2026).
Hujan Berpotensi Terjadi Siang hingga Malam Hari
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi hampir merata di berbagai wilayah Sumatera Utara.
BMKG mencatat hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Langkat, Karo, Tanjungbalai, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, serta Tapanuli Utara.
Pada malam hari, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Mandailing Natal dan daerah sekitarnya.
Suhu Udara 13–32 Derajat Celsius
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 13 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 72 hingga 100 persen.
Sementara itu, angin diperkirakan bertiup dari arah Utara hingga Timur dengan kecepatan sekitar 4 hingga 11 kilometer per jam.
BMKG Deteksi 10 Titik Panas di Sumatera Utara
Selain memantau kondisi cuaca, BMKG juga melaporkan adanya 10 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Utara berdasarkan pemantauan satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20 pada 2 Maret 2026.
Sebaran titik panas tersebut terdeteksi di beberapa wilayah, yakni satu titik di Asahan, lima titik di Karo, dua titik di Tapanuli Tengah, serta dua titik di Toba.
Waspada Banjir dan Longsor
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pegunungan dan lereng barat Sumatera Utara.
Wilayah tersebut dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan genangan akibat intensitas hujan yang meningkat.
“Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah pegunungan dan lereng barat Sumatera Utara,” kata Endah.







