Topikseru.com, Jakarta – Khutbah Jumat kali ini mengangkat tema “4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah” di mana bulan Ramadhan merupakan bulan yang dipenuhi keberkahan dan keutamaan. Banyak riwayat yang menjelaskan keutamaan menghidupkan malam hari bulan Ramadhan.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بَلَّغَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، شَهْرَ الرَّحْمَةِ وَالْغُفْرَانِ وَالْعِتْقِ مِنَ النِّيْرَانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِه العِظَامِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِيْنَا يَوْمَ الزِّحَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَامَ وَقَامَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Saat ini kita berada di bulan Ramadhan. Bulan yang dipenuhi keberkahan di dalamnya. Bulan di mana umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan puasa selama satu bulan penuh sebagai bagian dari ketakwaan kepada Allah.
Allah Swt berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Qs. Al-Baqarah: 183)
Di momen khutbah Jumat bulan Ramadhan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan terutama nikmat iman dan Islam yang merupakan nikmat terbesar yang kita miliki.
Tak lupa pula shalawat beserta salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya rabbal ‘alamin.
Khatib juga mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Seperti yang kita ketahui bersama, bulan Ramadhan merupakan bulan yang dipenuhi keberkahan dan keutamaan. Banyak riwayat hadits yang menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan. Termasuk hadits terkait keutamaan menghidupkan malam Ramadhan dengan berbagai macam ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.
Salah satunya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Menceritakan kepadaku Ismail, berkata menceritakan kepadaku Malik dari Ibnu Shihab, dari Humaid bin Abdirrahman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa beribadah di bulan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari).
Hadits di atas menjelaskan keutamaan memperbanyak beribadah di bulan Ramadhan. Pada hadits tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang memurnikan diri beribadah kepada Allah di bulan Ramadhan dengan niat yang tulus dan mengharapkan pahala dari-Nya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Mengomentari hadits tersebut, Imam Al-Qasthalani dalam kitab Irsyadus Sari juz I, hal 178 berkata:
(مَنْ قَامَ) بِالطَّاعَةِ صَلَاةِ التَّرَاوِيْحِ أَوْ غَيْرِهَا مِنَ الطَّاعَاتِ فِيْ لَيَالِي (رَمَضَانَ) حَالَ كَوْنِ قِيَامِهِ (إِيْمَانًا) أَيْ مُؤمِنًا بِاللهِ مُصَدِّقًا بِهِ (وَ) حَالَ كَوْنِهِ (اِحْتِسَابًا) أَيْ مُحْتَسِبًا وَالْمَعْنَى مُصَدِّقًا وَمُرِيْدًا بِهِ وَجْهَ اللهِ تَعَالَى بِخُلُوْصِ نِيَّتِهِ (غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ) مِنَ الصَّغَائِرِ، وَفِيْ فَضْلِ اللهِ وَسَعَةِ كَرَمِهِ مَا يُؤْذَنُ بِغُفْرَانِ الْكَبَائِرِ أَيْضًا وَهُوَ ظَاهِرُ السِّيَاقِ
Artinya: “Barangsiapa menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan melaksanakan ketaatan sepertihalnya shalat tarawih atau ketaatan lainnya. Di mana ia melaksanakan dalam keadaan beriman kepada Allah dan serta membenarkan dengan kemurnian niat dalam dirinya maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.
Dalam hal ini yang dimaksud ialah dosa-dosa kecil, namun dengan anugerah dan keluasan rahmat-Nya bisa juga mencakup dosa-dosa besar, dan itu dapat dilihat dari dzahir lafadz (hadits)-nya”.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, berikut di antaranya khatib sampaikan:
Pertama, melakukan shalat Isya berjamaah, disambung dengan shalat tarawih dan witir serta shalat malam lainnya dengan niat ikhlas dan mengharapkan ridha dari Allah swt. Sebagaimana dijelaskan pada syarah hadits di atas dijelaskan bahwa di antara makna menghidupkan malam Ramadhan ialah dengan melaksanakan shalat tarawih.
Syekh Taqiyuddin al-Hishni dalam kitab Kifayah al-Akhyar halaman 89 menjelaskan bahwa shalat tarawih hukumnya adalah sunnah, yakni sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadan.
Kedua, membaca Al-Qur’an di malam bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa pada bulan Ramadhan, Nabi Muhammad saw akan menjadi orang yang lebih dermawan dan setiap hari bertemu Jibril untuk membaca Al-Qur’an.
Simak riwayat hadits berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra, berkata: “Rasulullah saw merupakan orang yang paling dermawan dan ia sangat dermawan saat bertemu malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam pada bulan Ramadhan dan membaca Al-Qur’an dengan Nabi Muhammad saw. Sungguh Rasulullah saw ketika bertemu Jibril sangat dermawan dengan kebaikan dibandingkan angin yang berhembus”. (HR. Bukhari).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Ketiga, beri’tikaf di masjid, terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sebagaimana dilakukan Rasulullah saw. Sebagaimana dijelaskan hadits riwayat Bukhari berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Dari Abdullah bin Umar ra berkata: “Rasulullah saw rutin melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir dari Ramadhan”. (HR. Bukhari).
Keempat, bekerja dengan niat ibadah kepada Allah. Kegiatan berikutnya yang dapat dilakukan untuk mengisi ibadah di malam Ramadhan ialah bekerja dengan niat beribadah kepada Allah Swt.
Bagi pekerja yang beraktivitas di malam hari di bulan Ramadhan bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk beribadah kepada Allah Swt sebagai bagian dari wujud syukur. Bersyukur kepada Allah dengan memanfaatkan segala potensi untuk melakukan kebaikan dan niat beribadah kepada Allah.
Nabi bersabda;
أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Artinya; “Sebaik-baik dinar (uang atau harta) yang dinafkahkan seseorang, ialah yang dinafkahkan untuk keluarganya, untuk ternak yang depeliharanya, untuk kepentingan membela agama Allah, dan nafkah untuk para sahabatnya yang berperang di jalan Allah,” (HR. Imam Muslim)
Demikian, beberapa cara menghidupkan malam hari di bulan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Semoga dengan melakukannya, kita termasuk orang-orang yang beruntung mendapatkan keutamaan Ramadhan yaitu lailatul qadar.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu













