Topikseru.com, Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) mulai mengarahkan strategi akademiknya pada riset yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan sektor industri.
Rektor USU, Muryanto Amin, mengatakan perguruan tinggi tidak lagi hanya mengejar publikasi ilmiah semata, tetapi juga harus mampu menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.
“Universitas tidak lagi hanya mendorong publikasi akademik, tetapi juga memastikan penelitian yang dilakukan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri,” kata Muryanto di Medan, Minggu (8/3/2026).
Target 20 Buku Akademik dan Studi Kasus Industri
Dalam program kerja prioritas, USU menetapkan sejumlah target konkret yang akan dicapai pada 2026.
Salah satunya adalah penerbitan sedikitnya 20 buku akademik yang dihasilkan melalui kolaborasi dengan mitra industri maupun lembaga eksternal.
Selain itu, universitas juga menargetkan penyusunan 20 studi kasus industri yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran di ruang kelas.
Menurut Muryanto, pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik yang terjadi di dunia industri.
“Dengan begitu mahasiswa dapat memahami bagaimana konsep akademik diterapkan secara nyata dalam kegiatan bisnis maupun industri,” ujarnya.
Dorong Produksi Paten dan Hak Kekayaan Intelektual
Selain memperkuat kolaborasi riset, USU juga berupaya meningkatkan produksi paten serta hak kekayaan intelektual (HKI).
Pada tahap awal, kampus tersebut menargetkan setidaknya lima paten atau HKI terdaftar pada 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi komersialisasi inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika USU.
“Dengan strategi ini kami berharap penelitian akademik dapat memberikan dampak ekonomi maupun sosial yang lebih luas,” kata Muryanto.
Fase Baru Penguatan Reputasi Global
Menurut Muryanto, USU saat ini berada pada fase penting dalam perjalanan institusinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di wilayah barat Indonesia.
Setelah beberapa tahun menjalani proses transformasi kelembagaan, universitas kini memasuki tahap baru yang lebih ambisius, yakni penguatan keunggulan akademik serta reputasi global.
Perubahan fase tersebut ditandai dengan peluncuran tagline baru universitas, “The Era of Ultimate Excellence.”
Slogan ini menggantikan narasi sebelumnya, “Transformation Towards the Ultimate,” yang selama beberapa tahun terakhir menjadi simbol proses perubahan kelembagaan di USU.
Peta Strategis Pengembangan Kampus
Pergantian slogan tersebut tidak sekadar perubahan simbolik, tetapi juga mencerminkan pergeseran fokus dari tahap transformasi menuju tahap konsolidasi kualitas akademik.
Fase baru ini diperkuat melalui peluncuran Program Kerja Prioritas Universitas Sumatera Utara 2026–2031, sebuah dokumen strategis yang memetakan arah pengembangan universitas selama lima tahun ke depan.
Melalui strategi tersebut, USU berharap dapat meningkatkan kontribusi riset bagi pembangunan ekonomi, memperkuat kolaborasi dengan industri, sekaligus memperluas reputasi akademiknya di tingkat nasional maupun global.












