Topikseru.com, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan kepada sejumlah negara besar dunia untuk mengirimkan kapal tempur ke Selat Hormuz guna menjaga jalur pelayaran internasional tetap terbuka.
Seruan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu melalui platform media sosial Truth Social di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataannya, Trump meminta sejumlah negara yang bergantung pada jalur perdagangan energi di kawasan tersebut untuk ikut terlibat menjaga keamanan pelayaran.
“Saya harap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan lainnya yang terdampak pembatasan artifisial ini akan mengirimkan kapal mereka ke sana sehingga Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman,” tulis Trump.
AS Ancam Intensifkan Serangan ke Iran
Selain menyerukan keterlibatan negara lain, Trump juga menegaskan bahwa militer Amerika Serikat akan terus melakukan serangan terhadap Iran.
Dia menyatakan bahwa AS akan melanjutkan operasi militer dengan menargetkan wilayah pesisir Iran serta kapal-kapal milik negara tersebut.
Trump menyebut langkah itu sebagai upaya untuk memastikan kebebasan navigasi internasional di Selat Hormuz tetap terjaga.
Konflik Memanas Sejak Serangan 28 Februari
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz Terancam Blokade
Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran global karena berdampak langsung terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selat strategis ini merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar internasional.
Sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk melewati jalur sempit tersebut sebelum dikirim ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika.
Gangguan pelayaran yang terjadi akibat konflik saat ini bahkan disebut telah menciptakan blokade de facto terhadap Selat Hormuz.
Dampak pada Pasar Energi Global
Situasi tersebut mulai berdampak pada tingkat produksi dan ekspor minyak di kawasan Teluk Persia.
Para analis menilai ketegangan yang berlarut-larut di jalur pelayaran strategis tersebut berpotensi memicu gejolak pasar energi global, termasuk lonjakan harga minyak dan gas.
Keterlibatan negara-negara besar dunia dalam menjaga keamanan Selat Hormuz kini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan stabilitas pasokan energi internasional di tengah konflik yang terus berkembang.











