Politik

DPR Tolak Wacana Sekolah Daring 2026, Esti: Risiko Learning Loss Mengintai

×

DPR Tolak Wacana Sekolah Daring 2026, Esti: Risiko Learning Loss Mengintai

Sebarkan artikel ini
sekolah daring DPR
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti

Topikseru.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, menyatakan penolakannya terhadap wacana penerapan kembali sistem pembelajaran atau sekolah daring bagi siswa sekolah mulai April 2026.

Wacana tersebut sebelumnya mencuat sebagai bagian dari kebijakan efisiensi dan strategi penghematan energi yang tengah dipertimbangkan pemerintah.

Esti menilai, pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh menyisakan berbagai persoalan serius di sektor pendidikan.

Baca Juga  Ketua Komisi XIII DPR Nilai Ferry Irwandi Layak Diapresiasi Negara atas Aksi Kemanusiaan

“Pembelajaran daring pernah kita jalankan saat pandemi COVID-19, dan kita tahu dampaknya tidak sederhana,” kata Esti dalam keterangan tertulis, Senin.

Risiko Learning Loss Jadi Sorotan

Menurut Esti, salah satu dampak paling signifikan dari pembelajaran daring adalah fenomena learning loss, yakni kondisi menurunnya kemampuan belajar siswa akibat keterbatasan interaksi dan efektivitas pembelajaran.

Ia menilai, banyak siswa mengalami penurunan kemampuan kognitif, kehilangan motivasi belajar, hingga kesulitan memahami materi selama sistem daring diterapkan.

“Learning loss ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan perkembangan siswa,” ujarnya.

Baca Juga  3 Bulan Pascabanjir Bandang Aceh 2025, Banyak Sekolah Rusak dan Sulit Direnovasi

Masalah Disiplin hingga Teknologi

Selain aspek akademik, Esti juga menyoroti berbagai tantangan lain yang muncul selama pembelajaran jarak jauh, seperti kedisiplinan siswa, pembentukan karakter, hingga kendala akses teknologi.

Menurut dia, sistem daring tidak mampu secara optimal membentuk aspek afektif siswa, termasuk kepribadian, sikap, dan nilai-nilai sosial.

“Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana dan berdampak jangka panjang,” katanya.

Esti menambahkan, pembelajaran daring juga berpengaruh terhadap kesehatan mental dan fisik siswa.

Minimnya interaksi sosial serta peningkatan waktu penggunaan perangkat digital dinilai berpotensi memicu gangguan psikologis dan menurunkan kualitas kesehatan anak.

DPR Minta Pemerintah Cari Alternatif

Karena itu, Esti mendorong pemerintah untuk mencari solusi alternatif dalam menghadapi tantangan global, termasuk kemungkinan kenaikan harga energi, tanpa mengorbankan sektor pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama karena dampaknya bersifat jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Pasti masih ada langkah alternatif terbaik tanpa harus mengorbankan pendidikan anak-anak,” kata Esti.