Internasional

Iran Bantah Ada Pembicaraan dengan AS, Trump Klaim Dialog ‘Produktif’

×

Iran Bantah Ada Pembicaraan dengan AS, Trump Klaim Dialog ‘Produktif’

Sebarkan artikel ini
Iran bantah dialog AS
Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026).

Topikseru.com – Pemerintah Iran membantah klaim Presiden Donald Trump yang menyebut telah terjadi pembicaraan “produktif” antara Teheran dan Washington dalam beberapa hari terakhir.

Kantor berita semi-resmi Mehr News Agency, mengutip sumber internal Iran, menyatakan tidak ada dialog apa pun antara kedua negara.

“Tidak ada dialog antara Teheran dan Washington,” demikian laporan tersebut.

Iran: Pernyataan Trump Taktik Politik

Sumber Iran itu menilai pernyataan Trump merupakan bagian dari strategi politik untuk menekan harga energi global sekaligus mengulur waktu bagi rencana militer.

Menurutnya, Iran bukan pihak yang memulai konflik, sehingga tuntutan penyelesaian seharusnya ditujukan kepada Amerika Serikat.

Meski demikian, sumber tersebut mengakui adanya inisiatif dari negara-negara kawasan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Trump Klaim Dialog dan Tunda Serangan

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang ia sebut “sangat baik dan produktif” selama dua hari terakhir.

Ia bahkan mengaku telah memerintahkan penundaan selama lima hari terhadap rencana serangan ke infrastruktur energi Iran.

Baca Juga  Harga Bitcoin Rontok di Bawah U$D100.000 Dolar AS Setelah Amerika Serikat Jatuhkan Bom di Iran

“Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif,” kata Trump melalui platform Truth Social.

Penundaan tersebut, menurut Trump, bergantung pada kelanjutan pembicaraan yang disebutnya masih berlangsung.

Konflik Timur Tengah Terus Memanas

Bantahan Iran muncul di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania dan Irak yang menjadi lokasi aset militer AS.

Ketegangan yang terus berlanjut tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga mengguncang pasar global, termasuk sektor energi dan transportasi udara.

Sejumlah upaya diplomatik disebut masih berlangsung, namun perbedaan pernyataan antara kedua pihak menunjukkan proses menuju deeskalasi masih menghadapi tantangan besar.