/* ===================== TWITTER / TELEGRAM ===================== */Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Bali, Dievakuasi Helikopter Basarnas
Nasional

Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Bali, Dievakuasi Helikopter Basarnas

×

Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Bali, Dievakuasi Helikopter Basarnas

Sebarkan artikel ini
WNA Rusia terjebak Bali
Basarnas Bali evakuasi dua WNA Rusia di bawah tebing Pantai Cemongkak menggunakan helikopter, Denpasar, Kamis 23/4/2026.

Topikseru.com, Bali – Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia berhasil diselamatkan setelah terjebak di bawah tebing Pantai Cemongkak, Desa Pecatu, Kabupaten Badung, Bali. Proses evakuasi dramatis dilakukan oleh tim Basarnas Bali dengan bantuan helikopter akibat kondisi medan yang sulit dan gelombang laut yang mulai pasang.

Baca Juga  WNA Brazil Jatuh di Gunung Rinjani, Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian

Evakuasi Dramatis di Pantai Cemongkak

Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan kedua korban berhasil dievakuasi dan mendarat di helipad SGi Air Bali sekitar pukul 15.15 Wita, Kamis (23/4/2026).

“Evakuasi berjalan lancar dan kedua korban berhasil diselamatkan,” ujarnya di Denpasar.

Korban diketahui bernama Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20). Keduanya ditemukan dalam posisi sulit di bawah tebing curam dengan akses darat yang terbatas.

Berawal dari Laporan Pekerja Beach Club

Informasi awal diterima Basarnas dari seorang pegawai klub pantai El Kabron sekitar pukul 13.10 Wita. Peristiwa diperkirakan terjadi sejak pukul 11.30 Wita.

Tim SAR yang berjumlah delapan personel langsung dikerahkan ke lokasi. Namun, melihat kondisi korban yang berada jauh di bawah tebing serta waktu yang terbatas karena air laut mulai naik, diputuskan evakuasi udara sebagai opsi paling aman.

Evakuasi Gunakan Sistem Hoisting

Helikopter SGi Air Bali lepas landas dari Hellyport Benoa pada pukul 14.46 Wita dengan membawa lima personel, termasuk satu anggota Basarnas.

Hanya dalam waktu sekitar 12 menit, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi menggunakan metode hoisting – yakni teknik pengangkatan korban menggunakan tali baja dari helikopter.

“Proses harus cepat karena gelombang terus naik. Namun, tidak ada kendala berarti dan korban berhasil diangkat satu per satu,” jelas Sidakarya.

Baca Juga  Pemerintah Bebaskan Biaya Overstay WNA dalam Kondisi Darurat, Ini Penjelasan Menteri Imipas

Korban Alami Luka Ringan

Setelah dievakuasi, kedua WNA Rusia tersebut dalam kondisi selamat. Namun, Sergei Starostin mengalami luka ringan pada kaki dan siku akibat benturan dan gesekan karang.

Dari keterangan di lapangan, keduanya diduga berenang menggunakan jaket pelampung ke area pantai. Namun saat hendak kembali, mereka terjebak gelombang pasang dan terhempas ke tepi tebing.

Meski sempat ditawari pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, keduanya menolak. Tim medis dari Klinik Nusa Medika hanya memberikan penanganan luka ringan di lokasi.

Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, termasuk kepolisian sektor setempat, polisi air, Balawista Kuta Selatan, tenaga medis, hingga masyarakat sekitar.

Koordinasi lintas instansi dinilai menjadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan di medan ekstrem tersebut.