Topikseru.com, Jakarta – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia akan disemayamkan di kampung masa kecilnya di Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai.
Almarhum Rico Pramudia merupakan putra dari pasangan Pairin dan Kaya, meninggal dunia usai mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.
Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda (Kapendam IM) Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan, Rico akan dimakamkan di kampung halamannya, Sumatra Utara.
Sebelum dimakamkan jenajah akan disemayamkan di Dusun VII Sukajadi Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara.
“Tempat persemayaman jenazah dilaksanakan di rumah kecil almarhum yang saat ini ditempati kakak kandungnya,” kata Teuku Mustafa saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).
Sementara untuk pemakaman, Teuku Mustafa mengatakan direncanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tebing Tinggi. “Disiapkan oleh Dandim 0204/Deli Serdang Letkol Arh Agung,” jelasnya.
Saat ini jenazah Rico sedang dalam proses pemulangan dari Lebanon. Rico Pramudia merupakan prajurit TNI keempat yang gugur di Lebanon. Praka Rico terluka bersama dengan Praka Fahrizal Rhomadhon saat serangan Israel. Namun, Fahrizal gugur usai terkena proyektil dari militer Israel. Sedangkan, Rico mengalami luka kritis.
Almarhum Rico Pramudia berasal dari Satuan Tugas Kompi Senapan A (Kipan A) Yonif 114/Satria Musara yang bermarkas di di Bambel, Kutacane, Aceh Tenggara.
Prajurit United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Prajurit kepala (Praka) Rico Pramudia akan segera dimakamkan di kampung halamannya. Rico gugur pada Jumat (14/4/2026) usai sempat mengalami perawatan di rumah sakit. Rico sebelumnya terkena serangan Israel di Markas Adchit Al Qusayr pada Minggu malam, 29 Maret 2026.
Diketahui Praka Rico merupakan prajurit keempat yang gugur akibat serangan Israel. Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur akibat serangan Israel di Lebanon yakni Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.
“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, yang mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026,” tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lewat akun media sosial X resminya, Jumat (24/4/2026).
Sejak insiden tersebut, Kemlu menegaskan, pemerintah Indonesia melalui koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal.
“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” tulis Kemlu.
Pemerintah, ungkap Kemlu, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.
“Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan,” tegas Kemlu.
Prajurit TNI Praka Rico Pramudia gugur pada Jumat, 24 April 2026, setelah sempat dirawat akibat luka serius dari serangan di Lebanon Selatan. Ia adalah salah satu dari empat prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) yang meninggal dunia akibat serangan intensif di wilayah tersebut, menjadikannya kabar duka bagi kontingen Indonesia.
Praka Rico Pramudia terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas, kemudian dinyatakan wafat setelah upaya perawatan medis.
Gugurnya Praka Rico Pramudia menambah jumlah prajurit TNI yang gugur dalam misi ini, dengan total 4 orang yang terkonfirmasi meninggal dunia, termasuk Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan.
Sebelumnya, serangan juga mengenai konvoi logistik UNIFIL dan markas terdekat, yang menyebabkan beberapa prajurit lain luka-luka.
Kejadian ini memicu duka mendalam bagi TNI dan bangsa Indonesia, serta mengundang kutukan dari Kemlu RI atas serangan di Lebanon. Insiden ini terjadi di dekat Adchit Al Qusayr dan Bani Hayyan, Lebanon Selatan.













