Topikseru.com – Di balik tragedi tabrakan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), tersimpan kisah pilu yang menyentuh hati banyak orang.
Salah satunya adalah kisah Arinjani Novita Sari, seorang auditor muda yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Kisahnya viral di media sosial setelah dibagikan oleh seorang pengguna X, yang menceritakan keseharian Arinjani sebagai pelanggan setia tempat parkir milik ayahnya.
Sosok Arinjani yang Dikenal Ramah dan Mandiri
Arinjani diketahui bekerja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Setiap hari, ia terbiasa menitipkan sepeda motornya di tempat parkir langganan sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan KRL.
Karena sudah lama menjadi pelanggan, Arinjani bahkan kerap meninggalkan kunci motornya di tempat tersebut.
Hubungan yang terjalin bukan sekadar antara pelanggan dan pemilik usaha. Arinjani disebut sudah seperti keluarga sendiri bagi mereka.
Kebiasaan yang Kini Tinggal Kenangan
Dalam kesehariannya, Arinjani dikenal memiliki rutinitas yang konsisten.
Jika pulang larut malam atau memiliki urusan pekerjaan, ia memilih menggunakan transportasi lain, sementara motornya tetap dititipkan.
Dalam kondisi tertentu, sang ayah akan mengambil motor tersebut ke tempat parkir agar bisa digunakan kembali keesokan harinya.
Kebiasaan sederhana itu kini menjadi kenangan yang sulit dilupakan.
Motor Pulang, Pemilik Tak Pernah Kembali
Momen paling menyayat hati terjadi saat motor Arinjani diantarkan kembali ke rumah.
Sang ayah, yang menerima motor tersebut, tak kuasa menahan tangis.
Bagi keluarga, kehadiran motor di rumah biasanya menjadi tanda bahwa Arinjani telah pulang dengan selamat.
Namun kali ini berbeda.
Motor itu memang kembali, tetapi pemiliknya tidak pernah pulang lagi.
Kesedihan itu semakin terasa karena sebelumnya tak ada firasat apa pun dari keluarga.
Dimakamkan di Bekasi
Jenazah Arinjani sebelumnya berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Ia kemudian dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (29/4/2026).
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi orang-orang yang mengenalnya sehari-hari.
Tragedi Tabrakan KRL Bekasi Timur
Sebagai informasi, kecelakaan ini melibatkan rangkaian KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur.
Insiden tersebut menyebabkan belasan korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.
Di tengah angka korban dan proses investigasi, kisah Arinjani menjadi pengingat bahwa setiap angka dalam tragedi adalah kehidupan yang nyata.
Dan bagi keluarganya, kehilangan itu akan selalu terasa—terutama setiap kali melihat motor yang kini hanya menjadi saksi bisu kepulangan yang tak pernah terjadi.
Baca juga update artikel kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan berita lainnya












