Topikseru.com, Medan – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Utara pada 13 hingga 15 Mei 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, mengatakan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.
“Waspadai gelombang tinggi yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter karena dapat mengganggu pelayaran,” ujar Rizki di Medan, Selasa (12/5/2026).
BMKG menjelaskan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 4 hingga 15 knot. Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 6 hingga 25 knot.
Adapun wilayah perairan yang diprediksi mengalami gelombang tinggi meliputi perairan barat Sumatera Utara, perairan timur dan barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, hingga Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.
BMKG juga mengimbau nelayan pengguna perahu kecil agar meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter.
Selain itu, kapal tongkang diminta siaga apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Sebelumnya, Prakirawan BBMKG Wilayah I, Putri Diana, menjelaskan fenomena aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) dan pemanasan udara di permukaan memicu kondisi atmosfer labil yang meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Menurutnya, keberadaan daerah konvergensi dan konfluensi di sepanjang pantai barat, pantai timur, hingga kawasan pegunungan Sumatera Utara turut mempercepat pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari terakhir.
BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan akibat pengaruh dinamika atmosfer, termasuk fenomena MJO yang berada di fase tiga atau wilayah Samudera Hindia.
“Kondisi cuaca di Sumatera Utara umumnya masih didominasi hujan ringan hingga sangat lebat,” kata Putri.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG guna mengantisipasi potensi Cuaca Ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.












