Hukum & Kriminal

Ibu dan Anak Jadi Korban Begal Sadis di Medan Deli, Motor Dirampas, Sang Ibu Kritis Tak Sadarkan Diri

×

Ibu dan Anak Jadi Korban Begal Sadis di Medan Deli, Motor Dirampas, Sang Ibu Kritis Tak Sadarkan Diri

Sebarkan artikel ini

Komplotan Begal Tendang Motor Korban hingga Terjatuh

Begal medan deli
Ketiga pelaku begal terhadap ibu dan anak di Medan Deli ditangkap Polisi

Topikseru.com, Medan – Seorang ibu dan anak menjadi korban keganasan komplotan pelaku Kejahatan Jalanan atau begal di kawasan Simpang Dobi Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Jumat (8/5/2026).

Akibat peristiwa tersebut, korban bernama Timoria Sitorus (52) mengalami luka serius di bagian kepala dan hingga kini masih tidak sadarkan diri saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Sementara putrinya, Chelsea (18), mengalami luka di bagian kepala dan kaki setelah dibacok pelaku saat mencoba mempertahankan diri.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi Lubis membenarkan adanya kasus begal sadis yang menimpa ibu dan anak tersebut.

Menurut Rosef, saat kejadian kedua korban tengah mengendarai sepeda motor untuk berbelanja kebutuhan dagangan mereka.

“Korban saat itu sedang melintas, kemudian dipepet oleh komplotan pelaku. Pelaku langsung menendang kendaraan hingga korban terjatuh,” ujar Rosef dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Korban Dibacok, Motor Honda Scoopy Dibawa Kabur

Setelah korban terjatuh ke aspal, para pelaku diduga langsung melakukan aksi kekerasan untuk melumpuhkan korban.

Timoria mengalami benturan keras di bagian kepala, sedangkan Chelsea mengalami luka bacok pada bagian kaki.

“Dalam kondisi korban tidak berdaya, pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy milik korban,” katanya.

Peristiwa itu sempat membuat warga sekitar panik. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Polisi Tangkap Tiga Pelaku di Dua Lokasi Berbeda

Usai menerima laporan, aparat gabungan dari Jatanras Polda Sumatera Utara bersama Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan penyelidikan intensif.

Polisi pertama kali menangkap seorang penadah berinisial AS yang diduga menerima barang hasil curian dari para pelaku.

Dari hasil pengembangan, petugas kemudian meringkus dua pelaku utama lainnya berinisial AAL dan DS.

“Kami awalnya menangkap AS sebagai penadah. Setelah dilakukan pengembangan, pelaku AAL dan DS berhasil diamankan,” ujar Rosef.

Ketiga tersangka ditangkap di wilayah Medan Marelan dan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (17/5/2026).

Polisi Sebut Pelaku Merupakan Komplotan Terorganisir

Polisi mengungkap komplotan tersebut merupakan pelaku lama yang kerap melakukan aksi kejahatan jalanan di wilayah Medan bagian utara.

Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya, mulai dari penyedia senjata tajam hingga eksekutor di lapangan.

“Kelompok ini sudah terorganisir. Mereka berbagi tugas mulai dari tempat berkumpul, penyedia senjata tajam sampai pelaku eksekusi,” jelas Rosef.

Kini seluruh tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polsek Medan Labuhan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kondisi Korban Masih Memprihatinkan

Hingga Selasa (19/5/2026), kondisi Timoria Sitorus dilaporkan masih kritis dan belum sadarkan diri akibat benturan keras di kepala.

Sementara Chelsea masih menjalani perawatan jalan akibat luka yang dialaminya.

Kasus ini kembali menambah daftar panjang aksi begal di Kota Medan yang belakangan meresahkan masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan di kawasan jalan lintas padat kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *