Bursa

IHSG Anjlok Lagi Terpangkas 78,96 Poin ke Level 6.291,71 di Awal Perdagangan Rabu (20//5/2026)

×

IHSG Anjlok Lagi Terpangkas 78,96 Poin ke Level 6.291,71 di Awal Perdagangan Rabu (20//5/2026)

Sebarkan artikel ini
IHSG
Pada pembukaan perdagangan Rabu (20//5/2026) pukul 09.03 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan pagi ini setelah ambruk selama enam hari berturut-turut.

Topikseru.com, Jakarta – Pada pembukaan perdagangan Rabu (20//5/2026) pukul 09.03 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan pagi ini setelah ambruk selama enam hari berturut-turut.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG anjlok lagi 1,24% atau terpangkas 78,96 poin ke level 6.291,71.

IHSG tertekan pelemahan mayoritas indeks sektoral. Baca Sektor yang turun paling dalam antara lain transportasi, barang baku, energi, infrastruktur,
Untuk barang konsumer primer, barang konsumer non primer, perindustrian dan keuangan. Sebanyak 370 saham melemah, 128 saham menguat dan 159 saham stagnan.

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 5,68% ke Rp 2.990 per saham
2. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 5,67% ke Rp 366 per saham
3. PT Alamtri Minerals Tbk (ADMR) 4,90% ke Rp 1.455 per saham AMMN

Top gainers di LQ45 adalah:
1.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 1,30% ke Rp 3.120 per saham
2. PT Astra International Tbk (ASII) 0,84% ke Rp 6.000 per saham
3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 0,40% ke Rp 4.970 per saham

Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Masih Berpotensi Melanjutkan Koreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu (20/5/2026), setelah pada Selasa (19/5) ditutup anjlok 3,46% ke level 6.370,68.

Tekanan terhadap pasar saham datang dari kombinasi sentimen domestik dan global yang belum mereda.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan pelemahan IHSG dipicu tekanan pada sejumlah sektor utama, terutama saham komoditas dan konglomerasi yang mengalami penurunan signifikan.

Menurut dia, pasar juga dibebani pelemahan Nilai Tukar Rupiah yang kembali menyentuh level terburuk di Rp17.723 per dolar AS.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran terhadap arus keluar modal asing atau capital outflow.

Dari sisi teknikal, Reza menilai IHSG masih berada dalam tren bearish. Pelemahan terbaru membuat indeks kembali membentuk lower low disertai peningkatan volume jual.

Ia memperkirakan IHSG bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, dengan area support di kisaran 6.100–6.300 dan resistance pada 6.500–6.600.

Selain tekanan rupiah, pasar juga mencermati potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5% dalam Rapat Dewan Gubernur BI.

Menurut Reza, langkah tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham, meski di sisi lain dapat membantu menjaga stabilitas rupiah.

Pandangan serupa disampaikan Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana. Ia menilai IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan support di level 6.300 dan resistance di 6.424.

Herditya menambahkan, tekanan pasar juga dipengaruhi sentimen revisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam serta rencana pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis.

Di tengah tekanan pasar, Reza merekomendasikan saham TLKM dan BBNI untuk dicermati investor. Sementara saham MYOR direkomendasikan untuk trading buy pada kisaran Rp1.770 hingga Rp1.800.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *