Bursa

Saham Samsung Turun Saat Serikat Buruh Tetap Lanjutkan Rencana Mogok Kerja   

×

Saham Samsung Turun Saat Serikat Buruh Tetap Lanjutkan Rencana Mogok Kerja   

Sebarkan artikel ini
Samsung Bursa
Pergerakan harga saham Samsung. (Foto: Topikseru.com/ Tangkapan layer Tradingview pada Sabtu 08.28 WIB)

Topikseru.com, Jakarta –  Saham Samsung Electronics turun pada hari Jumat setelah Serikat Buruh terbesar perusahaan tersebut mengultimatum akan tetap melanjutkan rencana Mogok Kerja akhir Mei ini, meskipun Samsung telah mengajukan proposal untuk melanjutkan negosiasi tanpa syarat mengenai gaji dan bonus.

Saham Samsung diperdagangkan turun 7,6% ke level 273.500 won pada pukul 13:29 waktu setempat, tertinggal dari indeks KOSPI yang lebih luas.

Serikat Buruh Nasional Samsung Electronics mengatakan, terus berkeyakinan melakukan aksi mogok kerja dalam kurun waktu 18 hari mulai 21 Mei 2026, walau mereka mau  mengadakan dialog usai 7 Juni 2026.

Negosiasi yang dimediasi Kementerian Korea Selatan antara Samsung dan serikat buruh menemui jalann buntu awal minggu ini pasca para pihak tidak dapat mengecilkan harapan mengenai struktur kompensasi dan bonus.

Samsung Group, satu konglomerat internasional terunggul asal Korea Selatan, mempunyai kantor pusat yang mewah di Samsung Town, Seoul. Grup usaha ini membawahi berbagai perusahaan sindikasi yang bergeak di beragam ragam  industri.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini mulai melantai di Korea Stock Exchange pada 11 Juni 1975, dengan kode saham Samsung dan harga IPO sebesar 1.000 Won per lembar. Berkat inovasi yang berkelanjutan dan ekspansi yang agresif, saham Samsung terus mencatatkan pertumbuhan yang solid dalam jangka panjang.

Sebelumnya, Serikat buruh terbesar Samsung Electronics tetap komit melanjutkan rencana aksi mogok kerja selama 18 hari, pada akhir bulan Mei.

Mogok kerja ini sebelumnya disebut akan melinatkan sekitar 41 ribu buruh yang telah mengutakan kesanggupannya. Massa diperkirakan berpotensi bakal meningkat menjadi lebih dari 50 ribu buruh.

Ketua Serikat Buruh Samsung Electronics Choi Seung-ho menjelaskan, para buruh tidak akan kembali bernegosiasi sebelum pabrik mengabulkan  permintaan utama terkait bonus berbasis kinerja. “Kami mau berdialog usai 7 Juni. Kami bermifakat memanfaatkan hak yang dijamin konstitusi,” katanya, mengutip kantor berita Yonhap, Jumat 15 Mei 2026.

Komitmen itu disampaikan Choi Seung-ho kendati pimpinan perusahaan yang didirikan pada tahun 1938 oleh Lee Byung-chul di Daegu, Korea Selatan, sebagai perusahaan kecil yang berdagang berbagai macam barang, termasuk ikan kering, buah-buahan, dan tekstil.

Perushaan yang mulai memproduksi televisihitam putih pada tahun 1970-an, telah mengutarakan tawaran baru untuk melanjutkan pembicaraan tanpa prasyarat. Perselisihan terkait bonus kinerja membuat dialog antara buruh dan pengelola perusahaan kembali kandas, meski Kementerian Korea Selatan telah mengambil langkah sebagai juru runding.

Beberapa hari lalu, dialog yang dipimpin kementerian negeri ginseng menemui jalan buntu, pada Rabu 13 Mei 2026. Perkembangan itu menguatkan risiko terganggunya produksi di perusahaan pemproduksi cip memori terbaik dunia itu. Selanjutnya, persoalan itu menampakkan kekhawatiran baru bagi jalur distribusi semikonduktor internasional saat memuncaknya pesanan cip kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Permintaan Buruh Samsung Electronics

Pada skenario mogok kerja dipantik adanya persoalam posisi dari Serikat Karyawan dan pengelola perusahaan masalah bonus kinerja. Sengketa pokok pada persoalan skema bonus berbasis untung dari usaha semikonduktor AI Samsung Electronics yang tengah menikmati puncak pendapatan seiring menapaknya kemajuan permintaan internasional.

Pada penawaran terkini kepada serikat karyawan, pengelola perusahaan Samsung menyodorkan tetap mempertahankan sistem bonus yang berlaku. Namun, perusahaan menguak opsi penjumlahan bonus mengacu 10 persen kentungan operasi atau economic value added (EVA). Samsung juga menyodorkan pola kompensasi khusus yang dikatakan dapat menghasilkan susunan insentif lebih lentur. Adapun, serikat karyawan menuntut bonus tetap sebesar 15% dari laba operasi divisi semikonduktor. Sekaligus menuntut penghapusan batas maksimum pelunasan bonus.

Pengelola perusahaan Samsung kembali meminta karyawan melanjutkan dialog sambil menyampaikan permohonan khilaf kepada masyarakat dan Kementerian negeri ginseng atas gejolak yang terjadi. “Kami melihat serikat karyawan sebagai satu rumah dan saudara  dengan sepenanggungan. Kami akan berdialog secara terbuka dan tanpa prasyarat,” tulis pengelola perusahaan Samsung dalam keterangannya.

Namun, pengelola perusahaan tidak mengutarakan penawaran baru sesuai harapan serikat karyawan. Chief Executive Officer (CEO) Samsung Electronics Jun Young-hyun bersama strukturnya pimpinan divisi semikonduktor bahkan bergerak ke kantor serikat karayawan di Pyeongtaek, puluhan kilometer di selatan Seoul, untuk merayu karyawan kembali ke ruang dialog. Serikat karyawan tetap menolak masuk ke meja dialog sebelum permintaan ter depan dimasukkan ke dalam materi dialog. “Karyawan sepenuhnya kehilangan trust kepada pimpinan perusahaan. Perbincangan mengenai keterbukaan pola bonus dan penghilangan batas pencairan bonus harus diakomodir,” ujar Choi.

Pada riset Topikseru.com,  cip Artivicial Inteligen merupakan lini bisnis pokok megabisnis usaha internasional asal negeri ginseng. Terutama, Samsung Electronics bakal  menganggarkan modal investasi lebih dari 110 triliun won atau Rp1.247 triliun untuk perluasan kemampuan dan penelitian cip AI pada 2026.

Pendanaan ini menjadi kontribusi modal tahunan tertinggi dalam kehidupan perusahaan untuk menstabilkan posisi terunggul di tengah ramainya permintaan teknologi internasional. Tranparansi pabrik menampilkan nilai investasi tersebut melompat 21,7% dibandingkan perwujudan belanja 2025 sebesar Rp1.024 triliun. Nilai ini juga menampakkan awal kalinya pengeluaran tahunan jumbo  teknologi asal negeri ginseng tersebut melompati ambang batas 100 triliun won atau sekitar Rp1.134 triliun.

Skenario pelebaran Samsung melompati perkiraan belanja modal Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) yang mematokkan anggaran sekitar US$50 miliar untuk tujuan sama. Kebijakan tersebut menampakkan pergerakan pola perusahaan dalam menanggapi permintaan yang didasari oleh pergerakan cepat  AI.

Jun Young-hyun menjelaskan, kehadiran agentic AI telah memantik puncak pesanan yang sangat tinggi untuk memori dan penyimpanan sektor server. Pabrik kini memprioritaskan pengembangan cip AI model berikutnya serta tahapan foundry yang lebih maju. “Kehadiran agentic AI menaikkan puncak pesanan eksplosif, bukan halnya untuk memori bandwidth tinggi (HBM), tetapi juga penghimpunan kelas server,” kata Jun dilansir dari The Business Times, Jumat (20/3/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *