Bursa

Haji Isam Borong 6,83 Miliar Saham Abadi (PACK), Nilai Transaksi Capai Rp 936 Miliar

×

Haji Isam Borong 6,83 Miliar Saham Abadi (PACK), Nilai Transaksi Capai Rp 936 Miliar

Sebarkan artikel ini
Haji Isam
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan penghargaan kepada Pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad yang lebih dikenal sebagai Haji Isam dan Pemilik Arsari Group Hashim Djojohadikusumo.(Foto: Topikseru.com/ Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Topikseru.com, JakartaSamsudin Andi Arsyad atau yang lebih dikenal dengan Haji Isam tercatat melakukan pembelian 6.836.867.700 atau 6,83 miliar saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).

Berdasarkan keterbukaan informasi Rabu (13/5/2026), Haji Isam membeli 6,83 miliar saham PACK di harga transaksi Rp 137 per saham. Dengan begitu, Haji Isam perlu merogoh kocek hingga Rp 936,65 miliar. Transaksi ini telah dituntaskan pada Rabu (13/5/2026).

“Tujuan transaksi ialah investasi dengan status kepemilikan saham langsung. Jenis transaksi ialah pembelian dengan klasifikasi saham biasa,” tulis pengumuman PACK.

Setelah adanya transaksi, Haji Isam kini mengempit 21,12% saham PACK, dari sebelumnya nihil.

Hingga perdagangan Rabu (13/5), harga saham PACK berada di level Rp 312 per saham atau menguat 9,86% secara harian. Jika dihitung sejak awal tahun, pergerakan harga saham ini telah menguat 70,33%

Melansir kinerja keuangannya di tahun 2025, PACK membukukan pendapatan dari operasi yang dilanjukan sebesar Rp 216,58 miliar. Sementara, laba bersih perusahaan mencapai Rp 28,57 miliar.

Dari sisi neraca, PACK melaporkan total saldo aset senilai Rp 2,99 triliun per 2025, meningkat dari Rp 66,91 miliar. Total liabilitas perusahaan mencapai Rp 2,89 triliun dan jumlah ekuitas tercatat Rp 105,5 miliar.

Saham PACK mencatatkan auto rejection atas (ARA) setelah Haji Isam memborong 6,8 miliar lembar saham perusahaan tambang nikel tersebut di harga Rp137 per saham pada 13 Mei 2026. Dengan pembelian itu, Haji Isam memiliki sekitar 20 persen saham PACK. Lalu, bagaimana prospek saham PACK setelah Haji Isam borong?

Transaksi Haji Isam membeli 20-an persen saham PACK itu lewat transaksi negosiasi. Hal itu tercatat dalam order book pada 13 Mei 2026, Haji Isam membeli Rp936 miliar saham PACK dengan broker SQ (BCA Sekuritas).

Untuk memahami bagaimana prospek saham PACK ke depannya, kami akan membahas dengan sudut pandang kondisi bisnis saham PACK terkini dan apa rencana Haji Isam?

Kondisi Saham PACK per Kuartal I/2026

PACK belum merilis kinerja kuartal I/2026 sehingga sebagai acuan, kami memberikan gambaran dari kinerja 2025 dan ekspektasi bisnis perseroan pasca right issue di awal 2026.

Jika dilihat, kinerja saham PACK 2025 mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang cukup fantastis sekitar 3.076 persen menjadi Rp28,57 miliar. Kenaikan laba bersih seolah-olah selaras dengan pertumbuhan pendapatan yang naik 299 persen menjadi Rp218 miliar.

Namun, kami mencatat pendorong kinerja laba bersih PACK bukan dari pertumbuhan pendapatannya. Pasalnya, dari bisnis utama yang tercatat sebagai pendapatan, PACK mencatatkan pendapatan Rp218 miliar dari bisnis bijih nikel. Meski nilai pendapatan besar, tapi margin keuntungannya sangat tipis. Gross profit margin PACK cuma 2,02 persen, sedangkan operating margin PACK sekitar 1,59 persen. Kami menduga hal ini berhubungan dengan skema bisnis PACK sebagai pedagang atau trader belum mencatatkan diri sebagai penambang nikel secara langsung.

Lalu, dari mana laba bersih PACK? laba bersih PACK berasal dari dua entitas asosiasi-nya, yakni PT Karyatama Konawe Utara dan PT Konatara Sejati. Sampai akhir 2025, PACK memiliki saham kedua entitas tersebut sekitar 34,5 persen dan 30 persen. Dari dua entitas itu, PACK mendapatkan bagian atas laba bersih sekitar Rp35 miliar. Hal ini yang membuat laba bersih PACK terlihat tumbuh signifikan. Kedua entitas asosiasi itu memiliki bisnis tambang bijih nikel.

Bagaimana dengan prospek PACK setelah right issue? Ini yang menjadi titik kurang menariknya saham PACK. Jadi, PACK melakukan right issue jumbo dengan dilusi luar biasa untuk mendapatkan dana segar Rp3,2 triliun. Nah, Rp2,8 triliun dari dana right issue disalurkan ke anak usaha untuk melunasi pembayaran akuisisi dua entitas asosiasi perseroan tersebut.

Sehingga, pasca right issue, tidak ada fundamental PACK yang berubah. Dua entitas yang diakuisisi-nya itu tetap menjadi entitas asosiasi perseroan dengan porsi yang sama seperti realisasi yang terjadi di 2025. Jika kinerja kedua entitas asosiasi itu bertumbuh agresif, PACK akan dapat bagian sesuai dengan porsi kepemilikannya.

Nasib PACK Setelah Haji Isam Masuk

Jika dikaitkan dengan bisnis nikel, Haji Isam memang punya portofolio bisnis di hilirisasi nikel. Grup Jhonlin milik Haji Isam bekerja sama dengan investor China, yakni CNGR telah membangun smelter nikel sejak 2022.

Selain itu, Haji Isam bersama CNGR juga bakal memproduksi ternary precusor berbasis nikel untuk industri baterai Lithium. Nantinya, pabrik itu memiliki kapasitas produksi sekitar 20.000 ton per tahun.

Ternary precusor adalah bahan perantara dalam produksi material katoda baterai lithium yang menjadi rantai pasok dalam pembuatan baterai kendaraan listrik hingga sistem penyimpanan energi.

Sementara itu, CNGR yang menjadi mitra Haji Isam juga merupakan pengendali saham PACK (yang di-backdoor listing pada 2024-2025).

Dengan masuknya Haji Isam ke PACK, ada beberapa potensi yang terjadi:

  • PACK berpotensi menerima aset terkait smelter dan produsen ternary precusor secara entitas asosiasi maupun sepenuhnya
  • PACK hanya menjadi penyupplai bijih nikel lewat kepemilikan minoritas di dua tambang bijih nikel entitas asosiasinya tersebut.

Jika PACK cuma menjadi supplier bijih nikel ke smelternya, posisi PACK sangat kurang menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *